Bintang film Kuntilanak ini membantah keras terlibat dalam jaringan maupun promosi arisan tersebut dan menegaskan adanya kekeliruan identitas.
Ratu menjelaskan bahwa sosok yang dipanggil oleh pihak kepolisian adalah seorang influencer atau selebgram asal Bali yang secara kebetulan memiliki nama sama dengan dirinya.
"Jadi rupanya Ratu Felisha ini adalah Ratu Felisha influencer, bukan aktor, bukan aku. Aku enggak ngerti kenapa nama kita sama," kata Ratu Felisha dalam sambungan Zoom, Jumat (21/8/2026), dikutip dalam Grid.ID
"Cuman aku sendiri enggak kenal sama yang namanya selebgram asal Bali," imbuhnya.
Ratu merasa terpukul karena merasa menjadi korban fitnah.
Ia menegaskan bahwa sepanjang hidupnya tidak pernah mengikuti arisan, bahkan tidak memahami sistem kerjanya.
"Seumur hidup aku nggak pernah ikut arisan," tegas Ratu dikutip dalam Tribunnews.com
"Tahu cara main arisan aja nggak tahu kayak gimana, terus tiba-tiba dituduh seperti ini," ujarnya lagi.
Ratu menambahkan bahwa profesi utamanya adalah seorang pekerja seni peran di dunia akting, sehingga ia tidak asal mengambil tawaran promosi berbayar atau endorsement.
"Kagetlah. Namanya difitnah. Orang enggak nerima hasil uangnya, enggak nerima arisan. Pekerjaan aku bukan menerima endorsan, pekerjaan aku berakting," ungkapnya.
Guna memastikan kabar tersebut dan membersihkan nama baiknya, Ratu langsung berinisiatif menghubungi sahabatnya sejak SMA, Lingga, yang bertugas di Polda Jawa Timur.
Melalui rekannya itu, Ratu mengirimkan foto KTP untuk diverifikasi langsung ke penyidik yang menangani perkara tersebut.
Hasil pengecekan menunjukkan bahwa alamat surat pemanggilan serta identitas profil sosok yang dipanggil polisi memang berbeda total dengan milik sang aktris.
"Aku cek teman aku yang polisi, sahabat aku dari SMA namanya Lingga, dia di Polda Jatim. Aku tanya ke dia, 'Ngga, ini apa ya? Tolong bantu cek.' Terus dia minta foto KTP aku, dikirim foto KTP-nya," tutur Ratu.
"Lalu dia bilang, 'Fel, setelah dicek ke penyidik yang memproses kasus ini, ternyata alamatnya yang berbeda, dan ternyata Ratu Felisha-nya Ratu Felisha beda, yaitu yang bener adalah Ratu Felisha influencer yang sudah dipanggil itu' gitu," jelas Ratu.
Ia menegaskan kembali bahwa bukti dari penyidik Polda Jatim sudah membuktikan dirinya sama sekali tidak terlibat.
"Dan yang memastikan ini Ratu Felisha influencer bukan aktor adalah teman aku yang polisi, namanya Lingga di Polda Jatim. Dia langsung tanya ke penyidik. Dicek kan alamatnya, ini bukan alamat yang dikirimin surat. Beda orang," jelasnya.
"Ini tuh Ratu Felisha influencer. Dan yang memastikan ini Ratu Felisha influencer bukan aktor, bukan aku, adalah teman aku yang polisi si Lingga itu," bebernya.
"Dia langsung tanya ke penyidik apakah bener dicek kan alamatnya. Bukan, bukan yang ini Ratu Felishanya, bukan yang ini, Ratu Felisha beda," tegas Ratu.
Meski sempat berdiskusi dengan tim hukum mengenai potensi pencemaran nama baik, Ratu memilih untuk menahan diri dari langkah hukum lanjutan.
Ia hanya meminta itikad baik dari pihak media untuk segera mengganti foto dan membetulkan kekeliruan informasi.
Di sisi lain, Ratu tetap menyampaikan rasa empati kepada para korban yang mengalami kerugian material dalam kasus ini.
"Aku cuman minta foto aku tolong di-takedown, tolong kalian cross-check lagi ke polisi."
"Di luar itu, aku juga ikut berempati dengan korban yang katanya ditipu Rp 71 miliar ini. Semoga keadilan dan fakta yang sebenarnya segera terungkap," pungkasnya.
Kasus arisan online bodong ini sendiri sedang ditangani oleh Ditressiber Polda Jawa Timur dengan menetapkan tersangka berinisial JNK (27).
Pihak kepolisian menjadwalkan pemeriksaan terhadap 17 figur publik dan influencer sebagai saksi—termasuk Ratu Felisha influencer, Athalla Naufal, Millen Cyrus, Dahlia Poland, Nikita Mirzani, hingga Dilan Janiyar—terkait dugaan penerimaan alokasi dana promosi.
(*)
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com