TRIBUNNEWS.COM, PATI - Berbagai organisasi masyarakat (ormas) di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menggelar doa bersama sekaligus menyampaikan pernyataan sikap untuk menjaga keamanan dan kondusivitas daerah.
Kegiatan tersebut digelar di Alun-alun Pati pada Jumat (21/8/2026) malam. Sejumlah ormas hadir dengan mengenakan atribut dan identitas organisasi masing-masing.
Doa bersama dan pernyataan sikap dibuka oleh Ketua Panitia Ahmad Sulaim Habibi. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh peserta berdoa agar Kabupaten Pati tetap aman, tenteram, damai, dan bermartabat.
"Kita berdoa bersama agar Pati tetap adem, tenteram, dan damai, kondusif dan bermartabat," kata Ahmad dari atas panggung.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan pernyataan sikap bersama. Para peserta menyalakan lilin dan lampu telepon seluler sembari mengikuti pembacaan pernyataan sikap.
Baca juga: Beredar Ajakan Demo 27 Agustus di Gedung DPR, Warga Pati Diminta Jaga Jakarta Tetap Kondusif
Pernyataan sikap dipimpin Wakil Rois PCNU Kabupaten Pati, KH Abdul Majid. Ia mengatakan sikap tersebut disampaikan atas kepentingan masyarakat serta demi menjaga keamanan, ketertiban, persatuan, dan kehormatan Kabupaten Pati.
"Kami berkomitmen menjaga Kabupaten Pati tetap aman, damai, kondusif, dan bermartabat sebagai rumah bersama seluruh warga," kata Majid.
Dalam pernyataan tersebut, para peserta mendukung kebebasan menyampaikan pendapat yang dijamin konstitusi. Namun, mereka menolak penyampaian aspirasi dengan cara provokatif, intimidatif, anarkis, tidak beretika, maupun tindakan yang berpotensi memecah persatuan masyarakat.
"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa menempatkan kepentingan persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia di atas kepentingan kelompok maupun kepentingan sesaat," ujarnya.
Menurut Majid, perbedaan pendapat merupakan bagian dari demokrasi dan tidak seharusnya menjadi alasan untuk menghadirkan perpecahan maupun kegaduhan.
"Mari kita bersama menjaga ruang demokrasi tetap beradab," lanjutnya.
Ia juga mengajak masyarakat mengedepankan dialog dan musyawarah serta menghormati hukum dalam menyampaikan pendapat. Menurutnya, etika, adat, dan budaya santun juga perlu tetap dijaga.
Selain itu, masyarakat diimbau tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi maupun isu yang menyesatkan.
Para ormas juga menyatakan dukungan kepada aparat penegak hukum agar menjalankan tugas secara profesional, adil, dan tegas dalam menjaga keamanan serta ketertiban, sekaligus memastikan hak konstitusional masyarakat tetap terlindungi.
"Kami mengajak seluruh warga memusatkan energi dan pikiran untuk menjaga perdamaian serta membangun daerah sendiri," kata Majid.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh untuk mengikuti aksi di luar daerah yang berpotensi menimbulkan polarisasi.
Setelah pembacaan pernyataan sikap, kegiatan ditutup dengan ramah tamah dan makan bersama. Para peserta kemudian membubarkan diri secara tertib.