TRIBUNBATAM.id, BATAM - Ajang balap sepeda internasional atau Tour De Bintan kembali digelar pada 21–23 Agustus 2026. Ini bukan sekadar perlombaan untuk menentukan siapa yang tercepat mencapai garis finis.
Lebih dari itu, Tour de Bintan telah berkembang menjadi panggung besar untuk memperlihatkan wajah terbaik Bintan kepada dunia.
Pengamat pariwisata Kepri, Buralimar, menilai Tour de Bintan memiliki nilai strategis bagi pengembangan pariwisata daerah.
Menurutnya, kekuatan utama ajang tersebut bukan hanya pada kompetisi olahraga, tetapi pada kemampuannya menggerakkan berbagai sektor sekaligus.
“Tour de Bintan bukan sekadar balapan sepeda. Di dalamnya ada promosi destinasi, pergerakan ekonomi masyarakat, kunjungan wisatawan, dan citra Bintan yang dibawa peserta ke berbagai negara,” ujar mantan Kadispar Kepri itu memberikan pandangan mengenai penyelenggaraan Tour de Bintan 2026, Sabtu (22/8).
Roda-roda sepeda memang berputar di atas aspal Bintan. Tetapi, yang sesungguhnya bergerak jauh lebih besar, denyut pariwisata, ekonomi lokal, promosi destinasi, hingga kebanggaan daerah.
Perjalanan Tour de Bintan bukanlah cerita yang dibangun dalam semalam. Menurutnya, Ketika pertama kali digelar pada 2009, ajang ini hanya diikuti 145 peserta dari delapan negara. Angka tersebut terlihat kecil jika dibandingkan dengan skala penyelenggaraan saat ini. Namun, dari sinilah sebuah gagasan besar mulai tumbuh.
Dalam beberapa tahun berikutnya, jumlah peserta terus meningkat. Pada 2013, sekitar 1.100 peserta dari 38 negara tercatat ambil bagian.
Perjalanan itu juga tidak selalu mulus. Kabut asap pernah memaksa penyelenggaraan pada 2015 dibatalkan. Tour de Bintan juga sempat terhenti akibat pandemi COVID-19 dan mengalami kevakuman selama beberapa tahun. Namun, event tersebut tidak hilang begitu saja.
Konsistensi kemitraan antara PT Bintan Resort Cakrawala, pemerintah daerah, pelaku pariwisata, dan masyarakat membuat Tour de Bintan mampu kembali hadir. Bahkan, event ini secara konsisten menjadi bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI.
Dari sebuah perlombaan sepeda, Tour de Bintan kemudian berkembang menjadi salah satu aset promosi destinasi Kepulauan Riau.
Kekuatan terbesar Tour de Bintan justru terletak pada kemampuannya melampaui batas sebuah pertandingan olahraga.
Sepeda hanyalah medianya.
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad sebelumnya juga menegaskan bahwa Tour de Bintan bukan semata kegiatan olahraga internasional, melainkan instrumen promosi pariwisata.
Konsep tersebut sejalan dengan karakter sport tourism. Wisatawan tidak datang hanya sebagai penonton. Mereka datang sebagai peserta, menginap di hotel, makan di restoran, menggunakan transportasi, berbelanja, menikmati destinasi, lalu pulang membawa pengalaman.
Pada penyelenggaraan 2026, magnet Tour de Bintan kembali menyala. Event ini dipusatkan di Plaza Lagoi Bay, kawasan wisata Lagoi, Kecamatan Teluk Bintan. Kawasan tersebut menjadi race village sekaligus jantung perhelatan yang mempertemukan atlet, ofisial, wisatawan, pelaku usaha, dan masyarakat.
Data panitia mencatat sebanyak 838 peserta telah terdaftar. Mereka berasal dari berbagai penjuru dunia, mencakup peserta dari Asia, Eropa, Amerika, dan Australia.
Peserta mancanegara antara lain datang dari Singapura, Malaysia, Filipina, Jepang, Taiwan, dan Mesir. Dari Eropa, terdapat peserta dari Inggris, Prancis, Italia, Belanda, dan Norwegia.
Angka 838 mungkin terlihat sebagai statistik sederhana.
Namun, di balik setiap peserta terdapat perjalanan, biaya tiket, hotel, makanan, transportasi, aktivitas wisata, serta pengalaman yang berpotensi diceritakan kembali ketika mereka pulang ke negara masing-masing.
Karena itu, 838 peserta bukan sekadar 838 nomor dada. Mereka adalah 838 pintu kecil yang dapat membawa nama Bintan bergerak ke berbagai penjuru dunia.
Lima Kategori, Satu Panggung Pariwisata
Untuk menjangkau berbagai tingkat kemampuan peserta, Tour de Bintan 2026 menghadirkan lima kategori perlombaan.
Individual Time Trial menempuh jarak 17 kilometer. Gran Fondo Challenge sejauh 70 kilometer, Gran Fondo Discovery 45 kilometer, Gran Fondo Century 100 kilometer, dan Gran Fondo Classic menjadi rute terpanjang dengan jarak 150 kilometer.
Gran Fondo Classic 150 kilometer diikuti 266 peserta, Gran Fondo Century 100 kilometer sebanyak 221 peserta, Gran Fondo Discovery 45 kilometer 182 peserta, Gran Fondo Challenge 70 kilometer 101 peserta, dan Individual Time Trial 17 kilometer 68 peserta.
Totalnya mencapai 838 peserta.
Rute Balapan Menjadi Etalase Bintan
Rute Tour de Bintan merupakan bagian dari pertunjukan itu sendiri. Dari Plaza Lagoi Bay, peserta melintasi sejumlah kawasan ikonik, termasuk Jalan Gurindam 12, Ria Bintan Golf Course, Club Med Bintan, hingga berbagai ruas jalan yang membawa mereka semakin jauh ke lanskap Bintan.
Gran Fondo Challenge, misalnya, membawa peserta melewati Simpang Lagoi, Jalan Tanjungpinang–Tanjunguban, kawasan Buyu, Jalan Lintas Barat, Simpang Penaga, Jalan Hang Tuah, hingga finis di Reservoir Lagoi.
Sementara Gran Fondo Classic menawarkan perjalanan yang lebih panjang melalui Jalan Berakit, Jalan Pantai Trikora, Simpang Gesek, Bundaran Ceruk Ijuk, Jalan Lintas Barat, sebelum akhirnya menuju garis finis di Reservoir Lagoi.
Buralimar menilai potensi tersebut harus terus dikembangkan agar Tour de Bintan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi menjadi bagian dari strategi besar Kepulauan Riau dalam membangun ekosistem sport tourism.
Bintan memiliki modal yang kuat untuk memainkan peran tersebut. Letaknya strategis, bentang alamnya menarik, kawasan wisatanya telah dikenal wisatawan mancanegara, sementara Kepulauan Riau berada dekat dengan pusat-pusat ekonomi Asia Tenggara.
Tantangannya adalah menjaga agar seluruh potensi itu dapat dikonversi menjadi manfaat ekonomi yang semakin luas bagi masyarakat.
( tribunbatam.id/bereslumbantobing )