TRIBUNJATIM.COM - Saat menghadapi kemarau panjang, umat Islam dapat melaksanakan salat istisqa sebagai bentuk ikhtiar untuk memohon turunnya hujan kepada Allah SWT.
Kementerian Agama (Kemenag) menjelaskan salat sunah tersebut dilakukan sebanyak dua rakaat dan memiliki tata cara yang mirip dengan salat Idul Fitri maupun Idul Adha.
Selain salat, umat Islam dianjurkan memperbanyak taubat, memohon ampun atas dosa-dosa, serta memperbanyak istighfar.
Rangkaian ibadah tersebut menjadi bagian dari upaya memohon rahmat Allah SWT agar hujan diturunkan untuk memenuhi kebutuhan manusia dan makhluk hidup lainnya.
Baca juga: Kapan Hujan Turun? BMKG Jelaskan Alasan Kemarau Masih Berlangsung hingga September 2026
Melansir kemenag.go.id, salat istisqa merupakan salat yang dikerjakan untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan, terutama ketika terjadi kekeringan atau kemarau panjang.
Berikut tata cara salat istisqa berdasarkan tata cara dari Kementerian Agama:
Berniat salat istisqa
Sebelum memulai salat, jemaah terlebih dahulu berniat melaksanakan salat sunah istisqa sebanyak dua rakaat dengan menghadap kiblat. Niat salat istisqa adalah:
أُصَلِّي سُنَّةَ الإِسْتِسْقَاءِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا/مَأْمُوْمًا لِلَّهِ تَعَالَى
Melaksanakan salat dua rakaat
Tata cara salat istisqa pada dasarnya mengikuti pelaksanaan salat Idulfitri atau Iduladha. Seusai takbiratul ihram, jemaah pada rakaat pertama melakukan takbir sebanyak tujuh kali.
Rangkaian salat kemudian diteruskan hingga rukuk, sujud, duduk tahiyyat, dan diakhiri dengan salam. Memasuki rakaat kedua, takbir dilakukan sebanyak lima kali sebelum salat dilanjutkan dengan rukuk, sujud, duduk tahiyyat, dan salam.
Khatib menyampaikan dua khutbah
Rangkaian salat istisqa dilanjutkan dengan penyampaian dua khotbah oleh khatib. Jemaah yang mengikuti salat mendengarkan khotbah tersebut.
Khatib menyampaikan khotbah dalam posisi berdiri dan diselingi satu kali duduk di antara khotbah pertama dan kedua.
Rukun khotbah dan tata cara pelaksanaan khotbah salat istisqa sama dengan pada salat Id. Rangkaian takbir dalam khotbah juga memiliki ketentuan tersendiri, yakni sembilan kali pada khotbah pertama dan tujuh kali pada khotbah kedua.
Mengajak umat bertaubat dan memperbanyak istighfar
Khatib dianjurkan mengingatkan jemaah untuk bertaubat serta memohon ampun kepada Allah SWT atas dosa-dosa yang telah dilakukan.
Jemaah juga dianjurkan memperbanyak istighfar. Amalan tersebut menjadi bagian dari rangkaian permohonan agar Allah SWT memberikan hujan kepada umat Islam dan seluruh makhluk hidup yang membutuhkan air.
Membaca doa dan menghadap kiblat
Pada penghujung masing-masing khotbah, khatib disunnahkan memanjatkan doa dengan membalikkan badan sehingga membelakangi jemaah dan menghadap kiblat.
Ketika berdoa, khatib juga disunnahkan menukar posisi selendang atau sorban yang dikenakan di pundak serta mengangkat kedua tangan.
Melalui rangkaian salat, khotbah, doa, taubat, dan istighfar tersebut, umat Islam memohon agar Allah SWT menurunkan hujan sebagai rahmat sekaligus memenuhi kebutuhan manusia dan makhluk hidup lainnya.