KKN 71 UNS Dorong UMKM Karangawen Perkuat Branding dan Perluas Pemasaran Digital
Sri Juliati August 22, 2026 02:38 PM

TRIBUNNEWS.COM - Kelompok KKN 71 Universitas Sebelas Maret (UNS) periode Juli-Aguatus 2026 mendorong pelaku usaha di Kalurahan Karangawen, Kapanewon Girisubo, Kabupaten Gunungkidul, untuk meningkatkan branding dan memperluas pemasaran melalui digitalisasi.

Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan sosialisasi branding, optimalisasi pemasaran, dan digitalisasi pemasaran melalui MbizMarket yang digelar di Ruang Rakor, Balai Kalurahan Karangawen, Minggu (9/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 hingga 11.00 WIB tersebut diikuti sekitar 20 penggiat dan pengurus UMKM yang merupakan perwakilan dari delapan padukuhan di Kalurahan Karangawen.

Sosialisasi ini menjadi bagian dari program kerja KKN 71 UNS di Kalurahan Karangawen yang mengusung tema besar "Kolaborasi Lintas Sektor dalam Penguatan Kesehatan Desa, Pengembangan Usaha Produktif, serta Pengembangan UMKM".

Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni dosen Program Studi Sosiologi FISIP UNS, Triana Rahmawati serta Ketua UMKM se-Kapanewon Girisubo, Rujito.

Pemerintah Kalurahan Karangawen juga turut hadir dalam kegiatan yang diwakili Endang, Ulu-Ulu Kalurahan Karangawen. 

Endang menyampaikan, pengembangan UMKM menjadi salah satu bidang yang perlu mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah kalurahan.

"Bidang UMKM memang jadi salah satu bidang yang patut mendapat perhatian lebih. Maka dari itu, Pemerintah Kalurahan Karangawen akan selalu mendukung setiap kegiatan yang berpotensi mengembangkan bidang tersebut, termasuk program kerja yang dilaksanakan oleh KKN 71 UNS saat ini," kata Endang.

Baca juga: Komitmen KKN 70 UNS Wujudkan Generasi Sehat dan Bijak Teknologi di Desa Jerukwudel

Sementara itu, Triana memberikan pemahaman kepada peserta mengenai branding usaha serta pengembangan pemasaran bagi UMKM. 

Ia menjelaskan, branding, marketing, dan selling merupakan tiga konsep yang berbeda dalam kegiatan usaha.

"Branding, marketing, dan selling adalah tiga konsep yang berbeda. Branding adalah sebuah ciri khas tertentu, marketing adalah menawarkan sesuatu, sedangkan selling adalah menjual sesuatu," kata Triana.

Menurutnya, pelaku UMKM tidak perlu menunggu memiliki modal besar untuk mulai memperluas target pemasaran melalui ranah digital. 

"Untuk memperluas target pemasaran ke ranah digital, tidak harus dimulai dari modal yang besar. Bermodal kegiatan produksi yang memang sudah diselenggarakan di rumah, kemudian memiliki akun di media sosial, dan memulainya perlahan," ujarnya.

Penjelasan tersebut mendapat respons dari peserta. Finda, Ketua UMKM Padukuhan Langsep, mengatakan kegiatan tersebut membuat pelaku UMKM lebih memahami bahwa pemasaran dapat dilakukan dengan memanfaatkan platform digital.

"Jadi pelaku UMKM itu jadi lebih tahu kalau pemasaran itu bisa lewat MbizMarket, bisa jadi lebih simpel dan enggak perlu sebar-sebar brosur. Lewat aplikasi MbizMarket itu, kita bisa membuat poster yang mungkin akan lebih menarik dan mudah diingat oleh customer," ujar Finda.

Selain pemasaran digital, Finda juga menilai pemahaman mengenai branding memberikan wawasan baru bagi pelaku UMKM, terutama terkait identitas produk. 

"Selain itu, kita jadi tahu kalau branding seperti nama usaha, logo, dan jenis produk itu sangatlah penting agar customer itu mudah mengingat produk kita," lanjutnya.

Materi kemudian dilanjutkan oleh Rujito yang memperkenalkan pemanfaatan MbizMarket sebagai salah satu platform digital yang dapat digunakan pelaku UMKM untuk memperluas peluang pemasaran.

"Peluang digital sendiri memiliki banyak jenis, yaitu pasar lebih luas, promosi lebih murah, mudah digunakan, transaksi lebih mudah, dan meningkatkan omzet penjualan," jelas Rujito.

Ia menjelaskan, MbizMarket merupakan marketplace digital dengan konsep business-to-business (B2B) yang mempertemukan pelaku UMKM dengan perusahaan, instansi pemerintah, maupun pembeli korporasi.

"MbizMarket adalah marketplace digital dengan konsep business to business yang mempertemukan pelaku UMKM, perusahaan, instansi pemerintah, dan pembeli korporasi," ungkapnya.

Selain materi mengenai branding dan pemasaran digital, sosialisasi juga menyinggung sejumlah kebutuhan yang masih ingin dikembangkan oleh pelaku UMKM di Kalurahan Karangawen. 

Beberapa di antaranya meliputi perbaikan kemasan, penguatan identitas usaha seperti nama dan label produk, serta pemenuhan legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), dan sertifikasi halal.

Sementara itu, pemasaran digital masih menjadi salah satu aspek yang perlu terus didorong. 

Sebagian pelaku usaha masih menganggap pemasaran digital sulit dilakukan, membutuhkan modal besar, atau memerlukan sumber daya manusia dengan kompetensi khusus.

Melalui sosialisasi tersebut, KKN 71 UNS berupaya mendorong pelaku UMKM di Kalurahan Karangawen agar lebih percaya diri memulai pengembangan branding dan pemasaran secara digital. 

Pemanfaatan media sosial serta platform digital seperti MbizMarket diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif bagi pelaku usaha untuk memperluas jangkauan pemasaran. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.