Palu (ANTARA) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyiapkan 16 unit X-ray (rontgen) untuk memperkuat deteksi tuberkulosis (TB) di Sulawesi Tengah (Sulteng) sebagai bagian dari upaya mempercepat penemuan kasus dan eliminasi tuberkulosis (TB).
“Sulawesi Tengah akan mendapatkan 16 alat X-ray. Saya harapkan kalau bisa selambat-lambatnya September sudah sampai, jangan mundur lagi,” kata Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus dalam kunjungan kerja di Palu, Sabtu.
Ia mengatakan Sulawesi Tengah sebelumnya belum memiliki X-ray tersebut sehingga penambahan 16 unit alat diharapkan dapat memperluas pemeriksaan TB, termasuk di wilayah yang sulit dijangkau.
Menurut dia, pemerintah telah mendistribusikan 278 unit X-ray ke sejumlah provinsi sebagai bagian dari penguatan sarana diagnostik untuk mendukung penemuan kasus TB secara aktif.
Ia menjelaskan X-ray tersebut memiliki bobot sekitar tiga kilogram sehingga mudah dibawa ke berbagai lokasi.
“Alat X-ray-nya seperti ini. Beratnya hanya sekitar tiga kilogram. Bisa dibawa ke mana-mana, naik sepeda motor pun cukup. X-ray ini bisa dicas sehingga dapat digunakan untuk pemeriksaan di mana-mana,” ujarnya.
Ia mengatakan pengadaan X-ray merupakan bagian dari strategi pemerintah meningkatkan penemuan kasus TB secara aktif, sehingga pemeriksaan dapat dilakukan lebih luas dan tidak hanya mengandalkan masyarakat yang datang ke fasilitas pelayanan kesehatan setelah mengalami gejala.
Berdasarkan data Kemenkes, penemuan kasus TB di Sulawesi Tengah pada 2025 mencapai sekitar 10.066 kasus dengan tingkat pengobatan sekitar 98 persen.
Namun, capaian pengobatan tersebut perlu diikuti dengan penguatan upaya pencegahan dan pemutusan rantai penularan.
Sebab, kata dia, kasus TB dapat kembali muncul apabila penularan masih terjadi di lingkungan masyarakat, terutama pada anggota keluarga yang tinggal serumah dengan pasien.
“Yang diobati hanya pasien TB. Orang di sekitarnya tidak diberikan pengobatan pencegahan,” katanya.
Untuk itu, ia mengatakan anggota keluarga yang tinggal serumah dengan pasien TB perlu menjalani pemeriksaan untuk mengetahui kemungkinan terpapar atau mengalami TB aktif.
Menurut dia, pemeriksaan menggunakan X-ray menjadi salah satu instrumen penting dalam memperluas penemuan kasus secara aktif sekaligus mempercepat penanganan pasien.
Ia berharap 16 unit X-ray tersebut dapat tiba di Sulawesi Tengah paling lambat September 2026 sehingga pemeriksaan dapat segera dilakukan secara lebih luas.
Ia juga menambahkan hasil pemeriksaan X-ray dapat langsung ditampilkan melalui laptop sehingga mendukung pemeriksaan di lapangan secara lebih cepat.
Dengan penguatan sarana diagnostik tersebut, kata dia, pemerintah mengharapkan penemuan kasus TB di Sulawesi Tengah semakin optimal sehingga penanganan dapat dilakukan lebih dini dan upaya eliminasi TB dapat dipercepat.





