46 Desa di Gorontalo Masuk Usulan Kampung Nelayan Merah Putih 2026, Ini Sebarannya
Wawan Akuba August 22, 2026 05:46 PM

 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) terus mendorong pengembangan kawasan permukiman masyarakat pesisir melalui program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Program tersebut disiapkan di sejumlah wilayah yang memiliki aktivitas masyarakat nelayan dan kawasan pesisir.

Berdasarkan data yang diterima, untuk Tahun Anggaran (TA) 2026 terdapat 46 desa/kelurahan di lima kabupaten di Provinsi Gorontalo yang masuk dalam usulan daftar lokasi KNMP dan telah disetujui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Baca juga: Sabu dari Palu Diduga Masuk Gorontalo via Mobil Rental, Polisi Bekuk Pemuda di Pohuwato

Kepala DKP Provinsi Gorontalo, Aryanto Husain, mengatakan program KNMP menjadi salah satu upaya untuk mendorong pengembangan kawasan nelayan secara lebih terpadu.

Hal itu disampaikan Aryanto saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Sabtu (22/8/2026).

Menurutnya, pembangunan KNMP tidak hanya berkaitan dengan keberadaan kawasan permukiman, tetapi juga diarahkan untuk mendukung aktivitas masyarakat nelayan di wilayah pesisir.

"Program Kampung Nelayan Merah Putih ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mendorong pengembangan kawasan masyarakat nelayan," kata Aryanto.

Dari data yang ada, lokasi yang masuk dalam daftar tersebut tersebar di Kabupaten Boalemo, Bone Bolango, Gorontalo, Gorontalo Utara dan Pohuwato.

Untuk Kabupaten Boalemo, terdapat tujuh desa yang masuk dalam daftar, yakni Tabulo Selatan di Kecamatan Mananggu, Bubaa, Olibu dan Limbatihu di Kecamatan Paguyaman Pantai, Patoameme di Kecamatan Botumoito, Tabongo di Kecamatan Dulupi, serta Girisa di Kecamatan Paguyaman.

Di Kabupaten Bone Bolango terdapat tiga lokasi, yakni Muara Bone di Kecamatan Bone, Mopuyu di Kecamatan Bulawa, serta Mootinelo di Kecamatan Bone Raya.

Sementara itu, di Kabupaten Gorontalo terdapat sepuluh desa/kelurahan yang tercatat.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Gorontalo Besok Minggu, 23 Agustus 2026: Sebagian Wilayah Berkabut

Lokasinya meliputi Botubul'o di Kecamatan Biluhu, Olimoo'O di Kecamatan Batudaa Pantai, serta Biluhu Barat, Biluhu Tengah, Lobuto, Olimeyala, Huwongo dan Lulua di Kecamatan Biluhu. Kemudian Taula'a dan Bilato di Kecamatan Bilato.

Selanjutnya, Kabupaten Gorontalo Utara menjadi salah satu daerah dengan jumlah lokasi terbanyak dalam daftar KNMP tersebut.

Sebanyak 16 desa tersebar di sejumlah kecamatan. Di Kecamatan Atinggola terdapat Kotajin Utara dan Imana.

Kemudian Dumolodo di Kecamatan Gentuma Raya, Ponelo di Kecamatan Ponelo Kepulauan, Dudepo, Langge dan Ilodulunga di Kecamatan Anggrek, Garapia di Kecamatan Monano, serta Tihengo dan Malambe di Kecamatan Ponelo Kepulauan.

Lokasi lainnya yakni Bulalo di Kecamatan Kwandang, Tolinggula Pantai di Kecamatan Tolinggula, Bulontiyo Barat, Kasia dan Hutakalo di Kecamatan Sumalata, serta Demeli di Kecamatan Sumalata Timur.

Adapun di Kabupaten Pohuwato terdapat sepuluh lokasi, masing-masing Bumbulan di Kecamatan Paguat, Bulili di Kecamatan Duhiadaa, Torosiaje Jaya dan Torosiaje di Kecamatan Popayato, Wonggarasi Timur di Kecamatan Wanggarasi, Wonggarasi Barat dan Lemito di Kecamatan Lemito, Dudewulo dan Molosipat di Kecamatan Popayato Barat, serta Milangodaa di Kecamatan Popayato Timur.

Empat KNMP Dibangun Bertahap

Aryanto menyebut pembangunan KNMP di Gorontalo dilakukan secara bertahap.

Saat ini, satu kawasan KNMP disebut telah selesai dibangun, yakni KNMP Leato Selatan.

Sementara tiga lokasi lainnya masih dalam proses pembangunan.

Tiga lokasi yang sementara dibangun tersebut yakni KNMP Tolotio di Kabupaten Bone Bolango, KNMP Lamu di Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo, serta KNMP Pentadu Barat di Kabupaten Boalemo.

"Untuk yang sudah dibangun ada KNMP Leato Selatan. Sementara yang sedang dibangun antara lain Tolotio Bone Bolango, Lamu Batudaa Pantai dan Pentadu Barat Boalemo," ujar Aryanto.

Keberadaan KNMP di sejumlah wilayah tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan kawasan masyarakat pesisir di Gorontalo.

Pembangunan kawasan nelayan juga diharapkan tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi dapat memberikan dampak terhadap aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari sektor kelautan dan perikanan.

Menurut Aryanto, pengembangan kawasan nelayan perlu dilakukan dengan memperhatikan kondisi dan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.

"Kita berharap program ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat nelayan dan mendukung peningkatan aktivitas ekonomi di kawasan pesisir," katanya.

Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat sektor kelautan dan perikanan yang memiliki potensi besar di Gorontalo.

Dengan wilayah pesisir yang tersebar di sejumlah kabupaten, keberadaan kawasan nelayan menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Pemerintah daerah melalui DKP juga terus melakukan koordinasi dalam pelaksanaan program tersebut agar pembangunan kawasan dapat berjalan sesuai dengan perencanaan.

Hal ini selaras dengan Program Unggulan AgroMaritim yang telah dicanangkan Gubernur Gorontalo dan Wakil Gubernur Gorontalo.

Aryanto menegaskan, pembangunan kawasan nelayan pada prinsipnya diarahkan untuk memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.

"Intinya, program ini diharapkan dapat mendukung masyarakat nelayan dan pengembangan kawasan pesisir secara berkelanjutan," tutupnya. (*/Jefri)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.