Wahana Visi Indonesia Salurkan Air Bersih untuk Korban Gempa NTT
Benedikta Desideria August 22, 2026 07:00 PM

Liputan6.com, Jakarta - Wahana Visi Indonesia (WVI) menyalurkan air bersih bagi masyarakat terdampak gempa NTT (Nusa Tenggara Timur).  Response Manager WVI Severinus Budiman mengatakan air bersih telah disalurkan ke sekitar 173 rumah tangga atau menjangkau 600-an orang.

“Distribusi air ke wilayah Ngada, Nagekeo dan Ende. Sampai Rabu (19/8/2026) sudah 75 ribu liter dan menjangkau 173 rumah tangga, 600-an orang,” ujar Severinus lewat sambungan telepon pada Kamis (20/8/2026)

WVI memastikan air yang disalurkan telah melalui pemeriksaan kualitas sebelum didistribusikan kepada masyarakat. Pemeriksaan mencakup kandungan E. coli, total padatan terlarut atau TDS, serta tingkat kekeruhan air.

“Teman-teman WVI punya standar untuk pengecekan air baku untuk layak dikonsumsi. Ketika sudah lolos dari standar minimum, baru kita lakukan distribusi,” jelas Severinus.

Kehadiran air bersih layak minum amat dibutuhkan di daerah bencana untuk memasak dan minum. Apalagi beberapa sumber air bersih terkena dampak gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang NTT pada Sabtu, 15 Agustus 2026 itu. 

Dari pantauan di lapangan, Severinus mengatakan ada di beberapa wilayah jaringan pipa yang mengalirkan air ke masyarakat mengalami kerusakan akibat gempa.

Lalu, beberapa sumber air lainnya menjadi keruh sehingga tidak layak langsung dikonsumsi. Kondisi tersebut ditemukan di sejumlah wilayah, termasuk bagian utara Ende.

“Ada mata air di sumur keruh, entah karena lumpur atau apa yang kami lihat air keruh sekali, tidak layak minum,” katanya.

 

Dukungan Psikososial bagi Korban Gempa NTT

Selain air bersih, WVI juga memberikan dukungan psikososial bagi masyarakat terdampak. Dalam program ini WVI bekerja sama dengan mahasiswa fakultas psikologi Universitas Nusa Nipa (Unipa).

Pada Rabu, 19 Agustus 2026 dukungan psikososial telah dilakukan di empat titik di Manggarai. Kegiatan tersebut selanjutnya direncanakan diperluas ke Nagekeo dan Ende bagian utara.

Dalam program tersebut, tim melakukan skrining psikologis untuk melihat kondisi anak dan masyarakat terdampak gempa NTT. Tim juga melakukan identifikasi kelompok rentan dan triase psikologis untuk menentukan kebutuhan intervensi awal. Hasil skrining menjadi dasar untuk menentukan apakah seseorang membutuhkan evaluasi atau rujukan lebih lanjut.

Selain itu, WVI mendistribusikan terpal, family hygiene kit, serta bantuan makanan anak. Meski begitu, kebutuhan bantuan masih cukup tinggi, terutama di wilayah terpencil dengan akses jalan yang masih sulit.

"Pada kondisi remote, yang cukup jauh dan kondisi jalan buruk, memang ada wilayah yang belum mendapatkan terpal, selimut, kebutuhan bahan pangan juga," tutur Severinus.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.