Menginap di Istana Keuskupan Ruteng, Dedi Mulyadi Bercanda: 'Serasa Tidur di Hotel Bintang 8'
Nofri Fuka August 22, 2026 07:47 PM

TRIBUNFLORES.COM, RUTENG - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi datang ke Pulau Flores untuk menyalurkan bantuan sekaligus menemui langsung warga yang terdampak gempa bumi.

Dedi Mulyadi tiba di Flores melalui Bandara Komodo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat. Dalam kunjungannya, ia didampingi sejumlah staf Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta Wali Kota Depok.

Kedatangan Dedi Mulyadi menarik perhatian masyarakat. Namun, ia memilih tidak mengikuti seremoni penyambutan dan langsung menuju sejumlah wilayah terdampak gempa di Manggarai dan Manggarai Timur.

Alih-alih menunggu penjemputan khusus, Dedi bahkan memilih menggunakan taksi dari sekitar bandara untuk melanjutkan perjalanan.

 

Baca juga: Gempa Flores Rusakkan 6.961 Rumah di Manggarai Barat, Bantuan 53 Ton Beras Mulai Disalurkan

 

 

"Saya tujuannya datang ke sini untuk menemui para korban, bukan untuk dijemput," ujar Dedi saat berbincang dengan masyarakat di sekitar bandara.

Menginap di Istana Keuskupan Ruteng

Salah satu momen menarik terjadi ketika Dedi Mulyadi berada di Ruteng. Dalam kunjungannya, ia menginap di Istana Keuskupan Ruteng.

Momen tersebut kemudian dibagikan melalui media sosial. Dalam sebuah video yang beredar, Dedi terlihat bersama Uskup Ruteng, Mgr. Siprianus Hormat.

Dengan gaya khasnya, Dedi menyampaikan terima kasih kepada Uskup Ruteng karena telah memberikan tempat menginap saat dirinya berada di Ruteng.

"Pagi hari ini, kita baru saja selesai menikmati tidur yang nyenyak di tempat Uskup di Keuskupan Ruteng. Jadi malam hari ini saya mendapat kehormatan tidur di Hotel Bintang 8," ujar Dedi sambil berkelakar.

Ucapan tersebut disambut gelak tawa Uskup Ruteng dan warga yang hadir.

Dedi kemudian kembali menyampaikan apresiasinya kepada Uskup Ruteng.

"Terima kasih Uskup sudah diberi tumpangan tidur," ucapnya.

Uskup Ruteng tampak tersenyum dan mengangguk mendengar ucapan terima kasih tersebut.

Kunjungan Dedi Mulyadi ke Flores menjadi bagian dari kepeduliannya terhadap masyarakat yang tengah menghadapi dampak gempa. 

Selain menyalurkan bantuan, ia memilih melihat langsung kondisi warga dan wilayah yang terdampak bencana.

Untuk diketahui, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, diguncang gempa bumi magnitudo 7,7 pada Sabtu, 15 Agustus 2026 sekitar pukul 05.58 WITA. 

Menurut BMKG, pusat gempa berada di laut sekitar 30 km timur laut Nagekeo dengan kedalaman sekitar 15 km.

Gempa tersebut menimbulkan dampak luas di sejumlah wilayah Flores dan diikuti ribuan gempa susulan. 

Hingga 21 Agustus 2026, BMKG mencatat 4.258 gempa susulan, termasuk 31 kejadian bermagnitudo di atas 5,0.

Gempa M7,7 pada 15 Agustus 2026 berdampak luas di Pulau Flores. Berdasarkan laporan yang tersedia, wilayah terdampak meliputi:

  • Nagekeo — termasuk wilayah sekitar Mbay, menjadi salah satu daerah yang mengalami dampak berat.
  • Ngada — terutama wilayah utara dan Kecamatan Riung.
  • Manggarai — termasuk Reok, Reok Barat, Cibal, dan wilayah lainnya.
  • Manggarai Timur — tercatat mengalami kerusakan rumah dalam jumlah besar.
  • Manggarai Barat — kerusakan rumah tersebar di seluruh 12 kecamatan.
  • Sikka — termasuk wilayah Maumere.
  • Ende — turut merasakan dampak gempa.

Secara keseluruhan, tujuh kabupaten di NTT disebut terdampak gempa M7,7

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.