TRIBUNMANADO.CO.ID, AIRMADIDI - Kemeriahan perhelatan pariwisata tahunan Likupang Tourism Festival (LTF) 2026 di Pantai Paal Marinsow, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara, berlangsung hangat dan semarak pada Jumat hingga Minggu (21-23/8/2026).
Di balik kemeriahan tersebut, panitia pelaksana yang diketuai Samuel Ray Dondokambey menaruh perhatian ekstra pada faktor keamanan dan kenyamanan pengunjung.
Pasalnya, LTF 2026 digelar di tengah status Siaga Darurat Bencana yang ditetapkan Pemkab Minut selama 167 hari, terhitung sejak 18 Agustus 2026 hingga 31 Januari 2027.
Siklon angin kencang serta cuaca ekstrem berupa panas terik dan angin keras turut melanda berbagai wilayah di Minut, tidak terkecuali area Pantai Paal Marinsow.
Menyikapi kondisi tersebut, Ketua Panitia Pelaksana LTF 2026, Samuel Ray Dondokambey, mengambil langkah proaktif.
Menjelang pembukaan festival pada Jumat (21/8/2026), Ray bersama jajaran panitia di antaranya Ketua Harian Ir. Novly Wowiling (Sekda Minut) dan Sekretaris Panitia Jein Barantian (Kadispar Minut) menyahut kerja sama dengan menyambangi Kantor BMKG Stasiun Geofisika Manado di Winangun, Rabu (19/8/2026).
Sebagai bentuk kolaborasi nyata, panitia mendirikan control point berupa layar pemantau di gazebo tepi Pantai Paal Marinsow yang beroperasi sejak hari pertama hingga penutupan acara.
"Di layar itu menampilkan secara real-time communication, informasi cuaca, meteorologi, ombak, angin semua kami dan BMKG monitor," kata Ketua Panitia LTF Samuel Ray Dondokambey didampingi pihak dari BMKG saat memantau layar control poin disebuah gasebo di tepi pantai Paal Marinsow, Sabtu (22/8/2026).
Meski cuaca di sekitar lokasi terik menyengat dan berangin kencang, pemantauan intensif terus dilakukan.
Koordinator BMKG Sulut, Dr. Sigit Pramono, S.Si., M.Si., juga turun langsung meninjau fasilitas real-time communication tersebut sebelum acara dibuka.
"Selaki lagi, langkah ini kami lakukan untuk keselamatan hadirin dan peserta lomba di LTF. Karena keselamatan tetap number one ( nomor satu )," kata dia.
Sementara itu, Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune Ganda, saat membuka acara mengakui bahwa wilayah Minut, khususnya Likupang, memang sedang dilanda kekeringan.
Kendati demikian, hadirnya LTF tetap mampu menghadirkan suasana penuh kehangatan dan kebahagiaan bagi masyarakat maupun wisatawan.
Bupati yang memimpin Minut di periode kedua bersama Wakil Bupati Kevin Lotulung, M.H., ini menegaskan bahwa LTF merupakan agenda tahunan yang konsisten didukung oleh Pemkab Minut, Pemprov Sulut, dan Kementerian Pariwisata.
"LTF pernah dilaksanakan bersama kegiatan internasional, United Cities and Local Government Asia Pasific. Likupang levelnya sudah di tingkat Internasional dan sasaran kedepan destinasi pariwisata di Likupang makin terkenal di Internasional," kata Bupati Minut Dr Joune Ganda.
Bupati Joune menambahkan, sejumlah kepala pemerintah dari kota-kota besar di luar negeri yang pernah berkunjung ke Minut mengaku terkesan dengan keindahan pantai, keunikan wisata mangrove, serta keramahan masyarakat lokal yang membekas di hati.
Oleh karena itu, ia berkomitmen untuk terus menyelenggarakan perhelatan ini setiap tahun guna mengangkat kebudayaan dan kearifan lokal agar menjadi kenangan indah bagi setiap wisatawan.
"Jangan hanya saat ada LTF Likupang di datangi pengunjung dari dalam dan luar negari. Hanya terus menerus hingga selesai Iven, hingga akan berdampak orang selalu ingat Likupang datang kesini dan berkesan baik," kata dia.
Kawasan Likupang sendiri telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat sebagai salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Manado-Likupang sebagai langkah percepatan pembangunan sektor pariwisata nasional.
"Jangan lupa terus sampaikan ajak sanak saudara teman kakak beradik Oma opa datang ke Pantai Paal Marinsow dan meriahkan Likupang Tourism Festival (LTF)," tandasnya.
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini