3 Kasus Kekerasan Pelajar SMP Jambi Jadi Sorotan, Disdik Perkuat Pendidikan Karakter
Heri Prihartono August 22, 2026 07:11 PM

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sejumlah kasus kekerasan yang melibatkan pelajar tingkat SMP di Kota Jambi dalam beberapa bulan terakhir menjadi perhatian Dinas Pendidikan Kota Jambi.

Setidaknya terdapat tiga kasus yang menjadi sorotan, mulai dari pengeroyokan siswa SMP Negeri 5 Kota Jambi, perkelahian siswi SMP Negeri 24 Kota Jambi, hingga perkelahian antara siswa SMP Negeri 17 Kota Jambi dan salah satu siswa MTs yang berujung pada meninggalnya seorang pelajar.

Rangkaian peristiwa tersebut menjadi catatan bagi dunia pendidikan di Kota Jambi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Jambi, Zulafni, mengatakan setiap kasus kekerasan yang terjadi di lingkungan pelajar tentu menjadi duka bagi dunia pendidikan.

"Peristiwa ini tentu membawa duka yang mendalam bagi dunia pendidikan di Kota Jambi," ujar Zulafni, Sabtu (22/8/2026).

Menurutnya, salah satu langkah yang akan diperkuat Dinas Pendidikan Kota Jambi adalah pendidikan karakter di seluruh sekolah tingkat SMP, baik negeri maupun swasta.

Zulafni mengatakan, selama satu bulan ke depan pihaknya akan meminta seluruh sekolah untuk memberikan perhatian lebih terhadap pendidikan karakter siswa.

"Kita akan minta satu bulan ini setiap sekolah fokus pendidikan karakter," katanya.

Ia menilai penguatan karakter siswa harus dilakukan secara serius sejak awal. Menurutnya, lebih baik pihak sekolah dan guru bekerja lebih keras dalam membentuk karakter siswa dibandingkan harus terus disibukkan dengan persoalan perilaku siswa yang muncul setiap bulan.

"Kita instruksikan pendidikan karakter ini tidak hanya pada upacara bendera saja, tapi masuk ke dalam kelas," ujarnya.

Sebagai langkah awal, Dinas Pendidikan Kota Jambi berencana memanggil seluruh kepala sekolah tingkat SMP, baik negeri maupun swasta, pada pekan depan.

Pertemuan tersebut akan membahas evaluasi sekaligus langkah bersama untuk memperkuat pendidikan karakter dan mencegah terjadinya kekerasan antarpelajar.

Zulafni menegaskan, pembentukan karakter siswa tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah.

Menurutnya, peran orang tua juga sangat penting dalam mengawasi dan membentuk perilaku anak, terutama di luar lingkungan sekolah.

"Karena dalam mendidik siswa ini juga dibutuhkan peran serta bersama antara guru dan orang tua murid," katanya.

Ia pun meminta pihak sekolah meningkatkan komunikasi dengan orang tua atau wali murid.

Komunikasi yang lebih intensif dinilai penting agar sekolah dan orang tua dapat mengetahui lebih cepat apabila terdapat perubahan perilaku, persoalan pergaulan, maupun masalah lain yang dialami siswa.

"Ke depannya kami juga meminta pihak sekolah untuk dapat berkomunikasi lebih intens dengan wali murid," pungkasnya. (Tribunjambi.com/M Yon Rinaldi)

Baca juga: Disdik Kota Jambi Buka Suara soal Pelajar SMP Meninggal Usai Duel

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.