Respon Travel Alert Amerika Serikat ke Bali, Dispar Pastikan Wisatawan Tak Perlu Khawatir
Ngurah Adi Kusuma August 22, 2026 09:03 PM

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Kabar mengenai travel alert kesehatan yang diterbitkan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat terkait risiko penularan virus Zika di Bali menyita perhatian publik internasional. 

Namun, Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Bali segera menepis kekhawatiran tersebut dan memastikan bahwa Pulau Dewata tetap menjadi destinasi liburan yang aman bagi para pelancong.

Pihak Dispar Bali menegaskan bahwa wisatawan tidak perlu merasa khawatir berlebihan terkait kondisi kesehatan di Bali, meskipun peringatan tersebut beredar. 

Travel alert Level 2 yang dikeluarkan CDC merupakan imbauan untuk meningkatkan kewaspadaan (enhanced precautions), bukan larangan perjalanan ke Bali.

Baca juga: Jadi Impian Sejak Lama, Jolanda Bersyukur Dapat Mengikuti Maybank Marathon 2026

Kepala Dispar Bali, I Wayan Sumarajaya, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengambil langkah responsif dengan berkoordinasi langsung bersama instansi kesehatan terkait, termasuk Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali. 

Hasil koordinasi tersebut memberikan kepastian mengenai status penularan Zika di Bali saat ini.

“Terhadap hal ini kami sudah koordinasi dengan dinas terkait. Berdasarkan penjelasan Dinas Kesehatan Provinsi Bali bahwa di Bali sendiri belum ada laporan kasus Zika,” ujar Sumarajaya saat dikonfirmasi, Sabtu 22 Agustus 2026. 

Meskipun laporan kasus Zika nihil, Dispar Bali tetap mengimbau wisatawan untuk berhati-hati dan melakukan langkah pencegahan. 

Baca juga: BREAKING NEWS: TPA Suwung Bali Terbakar, 10 Armada Diterjunkan Untuk Pemadaman

Langkah ini dianggap lumrah dan penting karena Bali merupakan wilayah tropis yang rentan terhadap penyakit yang ditularkan melalui nyamuk, serupa dengan kewaspadaan terhadap Demam Berdarah Dengue (DBD).

“Karena kita berada di negara tropis, penting untuk pencegahan, sama seperti DBD. Jadi wisatawan tetap waspada agar terhindar dari gigitan nyamuk,” jelasnya.

Selain kewaspadaan individu wisatawan dalam melindungi diri dari gigitan nyamuk selama berwisata, Sumarajaya juga meminta para pelaku usaha pariwisata dan semua pemangku kepentingan untuk terus memberikan pelayanan terbaik.

Hal ini bisa dilakukan dengan tetap memprioritaskan aspek kesehatan dan kenyamanan wisatawan.

Pihaknya berharap travel alert tersebut tidak mengurangi minat wisatawan untuk berkunjung ke Bali.

“Saya berharap para wisatawan tidak takut untuk datang ke Bali, karena Bali aman dan nyaman untuk berlibur,” tegas Sumarajaya.

Senada dengan Dispar, Dinas Kesehatan Provinsi Bali turut memberikan konfirmasi mengenai status Zika di wilayahnya. 

Melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), dr. I Gusti Ayu Raka Susanti, M.Kes, Dinkes Bali membenarkan hingga saat ini tidak ada laporan resmi mengenai infeksi virus Zika.

“Kalau di Bali sendiri belum ada laporan kasus Zika. Karena negara tropis, jadi wisatawan diimbau untuk waspada bila bepergian. Suatu hal yang wajar,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu 22 Agustus 2026. 

Baca juga: Lansia Asal Manduang Klungkung Ditemukan Meninggal di Jalan Setapak

Dokter Raka Susanti menambahkan bahwa pencegahan utama terhadap Zika adalah dengan menghindari gigitan nyamuk, mengingat virus ini ditularkan melalui nyamuk Aedes, vektor yang sama dengan penyakit DBD.

Sebelumnya, CDC Amerika Serikat memang telah menerbitkan Travel Health Notice Level 2 pada 7 Agustus 2026 yang mengidentifikasi Indonesia, khususnya Bali, sebagai area dengan risiko Zika. 

Meskipun CDC menyebut adanya laporan kasus Zika pada pelaku perjalanan yang kembali dari Bali, fokus peringatan Level 2 tersebut adalah pada kewaspadaan tambahan dan pencegahan individual, bukan pembatalan rencana perjalanan.

Maka dari itu, situasi di Bali saat ini tetap kondusif bagi pariwisata. 

Dengan kepastian nihil kasus dan himbauan kewaspadaan yang wajar, wisatawan disarankan untuk tetap menikmati liburannya di Bali sambil menjaga diri dari gigitan nyamuk sesuai saran kesehatan yang ada. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.