Rona Budaya Sulut Digelar Sebulan, Museum Provinsi Jadi Panggung Seni dan Tradisi
Rizali Posumah August 22, 2026 11:35 PM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID – Museum Provinsi Sulawesi Utara bakal disulap menjadi panggung besar kebudayaan selama September 2026.

Dinas Kebudayaan Provinsi Sulawesi Utara menyiapkan pagelaran bertajuk “Rona Budaya Sulawesi Utara” untuk memeriahkan HUT ke-62 Provinsi Sulawesi Utara.

Kegiatan ini dijadwalkan mulai dibuka pada Sabtu (5/9/2026) dan akan berlangsung selama sebulan penuh.

PERESMIAN - Foto bersama saat peresmian Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara, Jumat (22/5/2026).
PERESMIAN - Foto bersama saat peresmian Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara, Jumat (22/5/2026). (Dok. Tim YSK)

Bukan sekadar pertunjukan seni, Rona Budaya Sulawesi Utara akan menghadirkan beragam kekayaan daerah, mulai dari tradisi, adat, musik, seni pertunjukan hingga kreativitas masyarakat.

Menariknya, setiap pekan akan mengangkat tema kebudayaan yang berbeda.

Pekan pertama akan membawa masyarakat menikmati kekayaan budaya Nusa Utara.

Kemudian, pekan kedua giliran budaya Minahasa yang akan mendapat panggung.

Pada pekan ketiga, berbagai kesenian dan tradisi dari Bolaang Mongondow Raya akan ditampilkan.

Sementara pekan keempat mengusung tema Nusantara dengan menghadirkan keberagaman budaya dari berbagai suku yang hidup dan berkembang di Sulawesi Utara.

PANTAUAN - Di lokasi, suasana museum tampak ramai sejak pagi hingga sore hari, Rabu 17 Juni 2026. Para pengunjung terlihat antusias menjelajahi setiap ruang pamer yang kini ditata lebih modern, rapi, dan informatif.
PANTAUAN - Di lokasi, suasana museum tampak ramai sejak pagi hingga sore hari, Rabu 17 Juni 2026. Para pengunjung terlihat antusias menjelajahi setiap ruang pamer yang kini ditata lebih modern, rapi, dan informatif. (Tribun Manado/Rhendi Umar)

Rangkaian tersebut kemudian ditutup pada pekan kelima dengan pertunjukan seni dan budaya yang dikemas lebih meriah.

Kepala Dinas Kebudayaan Sulut, Yorry Rommy Lesawengan, mengatakan persiapan kegiatan tersebut terus dimatangkan.

Pihaknya bahkan telah melakukan koordinasi dengan 15 kabupaten dan kota di Sulawesi Utara.

“Seluruh daerah tersebut menyatakan dukungan dan kesiapan untuk menampilkan kekayaan seni dan budaya masing-masing,” kata Yorry.

Menurutnya, keterlibatan seluruh kabupaten dan kota menjadi bagian penting agar Rona Budaya benar-benar menggambarkan keberagaman identitas Sulawesi Utara.

“Dengan keterlibatan kabupaten dan kota diharapkan menjadikan Rona Budaya Sulawesi Utara sebagai perayaan bersama yang benar-benar merepresentasikan keberagaman identitas daerah, dari Nusa Utara, Minahasa, hingga Bolaang Mongondow Raya,” ujarnya.

PANTAUAN - Para pengunjung terlihat antusias menjelajahi setiap ruang pamer yang kini ditata lebih modern, rapi, dan informatif.
PANTAUAN - Para pengunjung terlihat antusias menjelajahi setiap ruang pamer yang kini ditata lebih modern, rapi, dan informatif. (Tribun Manado/Rhendi Umar)

Tak hanya digelar pada malam hari, aktivitas di kawasan Museum Provinsi Sulut juga akan berlangsung sepanjang hari.

Khusus akhir pekan, terutama malam Minggu, masyarakat akan disuguhi pentas seni, pertunjukan musik, penampilan band hingga berbagai atraksi lainnya.

Sedangkan Senin hingga Jumat, kegiatan akan diisi dengan aktivitas museum, pameran UMKM serta produk-produk unggulan Dekranasda.

Dengan konsep tersebut, perayaan HUT ke-62 Sulut diharapkan tak hanya menjadi ruang pelestarian budaya.

Kegiatan ini juga membuka peluang promosi bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif.

Rona Budaya Sulawesi Utara sekaligus diharapkan menjadi magnet bagi masyarakat maupun wisatawan untuk menikmati kekayaan seni, tradisi, kuliner dan produk kreatif daerah.

Pesan yang ingin dibawa pun jelas, kebudayaan bukan hanya peninggalan masa lalu, tetapi identitas yang terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat Sulawesi Utara. (Ren/Adv)

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.