Dispora Sabang Dorong Pemuda Jadi Penggerak Pelestarian Budaya
Saifullah August 23, 2026 05:24 AM

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Aulia Prasetya | Sabang

SERAMBINEWS.COM, SABANG - Peran generasi muda dinilai penting dalam menjaga keberlangsungan budaya lokal di Kota Sabang di tengah perubahan gaya hidup dan perkembangan teknologi.

Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Sabang mendorong pemuda tidak hanya menjadi penonton dalam kegiatan budaya, tetapi ikut terlibat sebagai pelaku sekaligus penggerak pelestarian tradisi daerah.

Kepala Dispora Kota Sabang, Abdullah, SE mengatakan, keberadaan pemuda menjadi salah satu kunci agar budaya lokal tidak berhenti sebagai peninggalan masa lalu.

"Pemuda ini harus kita dorong untuk ikut mengambil bagian,” ujar Kadispora Sabang. 

“Jangan sampai budaya lokal hanya kita kenang, tetapi tidak lagi dipraktikkan oleh generasi muda," kata Abdullah saat menghadiri Festival Budaya Lokal Gampong Cot Ba'u 2026, di kawasan Benteng Batere A Mateo, Gampong Cot Ba'u, Kecamatan Sukajaya, Sabang, Sabtu (22/8/2026).

Menurutnya, kegiatan budaya yang melibatkan masyarakat secara langsung dapat menjadi ruang bagi pemuda untuk mengenal tradisi sekaligus mengembangkan kreativitas.

Baca juga: Dari Congklak hingga Enggrang Budeuk, Permainan Rakyat Meriahkan Festival Budaya Lokal Cot Ba’u

Dalam festival tersebut, pemuda dapat terlibat dalam berbagai kegiatan, mulai dari permainan rakyat, kesenian hingga pengembangan kuliner dan produk usaha masyarakat.

Abdullah menilai pola pelestarian budaya perlu menyesuaikan perkembangan zaman.

Kemajuan teknologi dan perubahan pola kehidupan masyarakat membuat budaya lokal membutuhkan pendekatan yang lebih dekat dengan generasi muda.

"Festival seperti ini menjadi ruang bagi pemuda untuk belajar dan terlibat langsung. Mereka bukan hanya melihat, tetapi juga bisa menjadi pelaku kegiatan," ujarnya.

Ia mengatakan, pembangunan kepemudaan memiliki keterkaitan dengan pelestarian budaya.

Ketika pemuda diberi ruang untuk berkreasi dalam kegiatan budaya, hal tersebut sekaligus dapat memperkuat identitas daerah.

Selain menjaga tradisi, keterlibatan generasi muda juga berpotensi membuka peluang ekonomi kreatif. 

Baca juga: Pengunjung Padati Festival Budaya Cot Ba’u, Benteng Batere A Mulai Dilirik Jadi Destinasi Wisata

Seni pertunjukan, kuliner tradisional hingga produk UMKM dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi yang melibatkan pemuda.

Karena itu, Dispora Kota Sabang mendorong kegiatan yang memberikan ruang bagi pemuda untuk berkarya dan mengambil peran dalam pembangunan daerah.

Abdullah menegaskan pemuda tidak seharusnya hanya ditempatkan sebagai penerima program pemerintah. 

Mereka perlu diberi kesempatan untuk menjadi bagian dari perencanaan, pelaksanaan dan pengembangan kegiatan di daerah.

"Kalau pemudanya bergerak, banyak hal yang bisa dikembangkan. Budaya, kreativitas dan ekonomi masyarakat juga bisa tumbuh dari keterlibatan pemuda," katanya.

Ia berharap, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, komunitas pemuda dan pelaku budaya terus diperkuat. 

Dengan begitu, pelestarian budaya di Sabang tidak hanya berlangsung melalui kegiatan seremonial, tetapi menjadi aktivitas yang terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.