TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pantau jumlah titik panas (hotspot) di Kalimantan Barat terbaru disini.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hotspot di Kalbar per 22 Agustus 2026 masih tinggi.
Ribuan hotspot masih bertebaran dengan konsentrasi terbesar di Kabupaten Ketapang yang mencapai 1.748–1.795 titik, termasuk 81 titik berkepercayaan tinggi.
Kondisi ini menandakan ancaman serius kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi memperburuk kabut asap di wilayah Kalbar.
Selain Ketapang, sebaran hotspot juga terpantau di sejumlah kabupaten lain seperti Sanggau, Sintang, Sekadau, Kubu Raya, Kayong Utara, Kapuas Hulu, Melawi, Landak, Sambas, Bengkayang, hingga Mempawah.
Sementara itu, Kota Singkawang hanya mencatat 5 titik panas dan Kota Pontianak nihil hotspot.
Pemerintah daerah bersama BNPB dan BMKG terus melakukan pemantauan serta penanganan darurat untuk mencegah meluasnya karhutla.
• Ini Perintah Khusus Presiden Prabowo ke Gubernur Kalbar usai Kunjungi Lokasi Karhutla di Kubu Raya
Berikut rincian data hotspot Kalbar terbaru per 22 Agustus 2026:
Kabupaten Ketapang = 1.748–1.795 titik, termasuk 81 titik berkepercayaan tinggi.
Kabupaten Sanggau = 343–466 titik.
Kabupaten Sintang = 278 titik.
Kabupaten Sekadau = 227 titik.
Kabupaten Kubu Raya = 214–254 titik.
Kabupaten Kayong Utara = 200–208 titik.
Kabupaten Kapuas Hulu = 205 titik.
Kabupaten Melawi = 160–190 titik.
Kabupaten Landak = 151–268 titik.
Kabupaten Sambas = 69 titik.
Kabupaten Bengkayang = 82 titik.
Kabupaten Mempawah = 14 titik.
Kota Singkawang = 5 titik.
Kota Pontianak = 0 titik.
• Gubernur Kalbar: Cabut Perda Bukan Berarti Bebas Bakar Lahan!
Untuk memantau hotspot di Kalimantan Barat maupun seluruh Indonesia melalui situs resmi Sipongi KLHK, berikut langkah-langkah praktisnya:
1. Buka situs Sipongi KLHK = akses melalui alamat sipongi.gakkum.kehutanan.go.id.
2. Pilih menu sebaran titik panas = tersedia di halaman utama.
3. Tentukan wilayah pemantauan = pilih provinsi atau kabupaten, misalnya Kalimantan Barat.
4. Lihat data hotspot terbaru = tabel menampilkan jumlah titik panas, tingkat kepercayaan (low, medium, high), serta waktu update.
5. Gunakan peta interaktif = klik titik merah di peta untuk detail lokasi hotspot.
6. Unduh laporan harian = tersedia opsi download data dalam format PDF/Excel.
(*)