Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fatimatuz Zahroh
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Berbagai kebutuhan penunjang mulai dipetakan untuk mengantisipasi tingginya mobilitas peserta, tamu undangan, serta masyarakat selama agenda organisasi tersebut berlangsung.
Muktamar NU ke-35 dijadwalkan berlangsung pada 27-31 Agustus 2026.
Pemprov Jatim memastikan dukungan diberikan sesuai kewenangan pemerintah provinsi, terutama dalam aspek pelayanan publik, keamanan, fasilitas umum, keprotokolan, dan kelancaran lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono mengatakan, Pemprov Jatim pada prinsipnya mendukung penuh penyelenggaraan Muktamar NU di Jombang.
“Prinsipnya Pemprov Jatim mendukung penyelenggaraan muktamar di Jombang. Kami sudah mengadakan rapat bersama untuk mendata kebutuhan dan apa-apa yang akan kita lakukan untuk memastikan Muktamar berjalan lancar sesuai dengan kewenangan kami,” kata Adhy, Minggu (24/8/2026).
Menurutnya, dukungan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan agenda utama, tetapi juga mencakup sejumlah kebutuhan teknis dan fasilitas yang diperlukan selama ribuan peserta dan tamu berada di kawasan Tambakberas.
Baca juga: Khatmil Quran Digelar Serentak di Ribuan Titik se-Jombang Sambut Muktamar ke-35 NU
Salah satu perhatian Pemprov Jatim adalah dukungan keprotokolan bagi sejumlah pejabat dan tamu penting yang diperkirakan menghadiri Muktamar NU ke-35.
Fasilitasi tersebut mencakup kebutuhan keprotokolan bagi Presiden, para Menteri Negara, tamu negara, serta tokoh dan undangan penting lainnya.
“Kalau kita memastikan dari sisi yang menjadi kewenangan provinsi seperti fasilitasi keprotokolan kepresidenan, menteri dan tamu negara. Presiden dijadwalkan akan hadir pada pembukaan ya,” imbuhnya.
Kehadiran Presiden dalam pembukaan Muktamar menjadi salah satu agenda yang turut diperhitungkan dalam persiapan pemerintah. Karena itu, koordinasi lintas instansi diperlukan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung sesuai dengan kebutuhan dan kewenangan masing-masing pihak.
Selain keprotokolan, Pemprov Jatim juga menyiapkan dukungan terhadap infrastruktur penunjang di sekitar lokasi Muktamar NU ke-35.
Salah satu fasilitas yang menjadi perhatian adalah tambahan penerangan jalan. Fasilitas tersebut diperlukan untuk mendukung keamanan dan kenyamanan mobilitas peserta maupun masyarakat, khususnya ketika aktivitas Muktamar berlangsung hingga malam hari.
Pemprov Jatim juga memberikan dukungan berupa penyediaan sarana mobile toilet. Fasilitas tambahan tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan peserta dan masyarakat yang datang ke kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas selama pelaksanaan kegiatan.
Penyediaan fasilitas umum tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan di tengah meningkatnya aktivitas di kawasan sekitar lokasi Muktamar.
Tingginya jumlah peserta dan tamu yang diperkirakan datang dari berbagai daerah juga membuat pengaturan lalu lintas menjadi salah satu fokus persiapan pemerintah.
Arus kendaraan di sekitar kawasan Tambakberas perlu dikelola dengan baik agar mobilitas peserta dan tamu Muktamar tetap lancar tanpa mengganggu aktivitas masyarakat setempat.
Adhy mengatakan, berbagai dukungan tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan penyelenggaraan dan kewenangan masing-masing instansi.
“Kami juga akan membantu pengaturan lalu lintas dan dukungan lain untuk kelancaran jalannya Muktamar. Kita sudah rapatkan semuanya,” jelasnya.
Pemprov Jatim akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, panitia penyelenggara, serta sejumlah pihak terkait untuk memetakan kebutuhan selama pelaksanaan Muktamar.
Koordinasi tersebut diperlukan agar berbagai fasilitas dan layanan yang menjadi tanggung jawab pemerintah dapat dipersiapkan secara optimal. Dengan demikian, peningkatan aktivitas di sekitar lokasi kegiatan dapat diantisipasi sejak sebelum Muktamar dimulai.
Pelaksanaan Muktamar NU di Pondok Pesantren Tambakberas Jombang menjadi momentum penting bagi warga Nahdliyin. Selain menjadi forum organisasi untuk membahas berbagai agenda strategis NU, kegiatan tersebut juga diperkirakan memberikan dampak terhadap aktivitas masyarakat dan perekonomian di sekitar lokasi.
Kehadiran peserta dan tamu dari berbagai daerah berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk sektor perdagangan, jasa, transportasi, serta usaha lainnya di sekitar kawasan Muktamar.
Karena itu, dukungan pemerintah tidak hanya diarahkan pada kelancaran agenda utama, tetapi juga memastikan aspek pelayanan publik, keamanan, transportasi, penerangan, hingga fasilitas umum dapat berjalan dengan baik.
Dengan dukungan lintas sektor tersebut, Pemprov Jatim berharap seluruh rangkaian Muktamar NU di Jombang dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.
“Ini merupakan kegiatan yang penting. Ribuan tamu datang dari berbagai daerah. Kami berharap seluruh rangkaian Muktamar dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat yang baik, tidak hanya bagi warga Nahdliyin tetapi juga bagi masyarakat Jombang dan Jawa Timur,” katanya.