Su-35 Rusia Lepaskan Rudal Antiradiasi Kh-31PM, Bidik Radar Sistem Patriot Ukraina
Malvyandie Haryadi August 23, 2026 06:36 AM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejumlah rekaman yang dirilis Moskow menunjukkan pesawat tempur Su-35 milik Angkatan Udara Rusia menembakkan rudal antiradiasi Kh-31PM.

Rudal tersebut dilaporkan digunakan untuk menyerang komponen sistem pertahanan udara jarak jauh MIM-104 Patriot milik Ukraina.

Berdasarkan indikator jarak sasaran yang terlihat dalam rekaman, rudal Kh-31PM ditembakkan dari jarak sekitar 125 kilometer. 

Rudal tersebut disebut memiliki jarak jangkau minimum sekitar 55 kilometer, sedangkan jarak jangkau maksimumnya mendekati 300 kilometer.

Sebagian besar rekaman yang menunjukkan serangan terhadap sistem pertahanan udara Ukraina sebelumnya memperlihatkan penggunaan rudal balistik Iskander-M Rusia. 

Namun, penggunaan rudal Kh-31 untuk misi serupa juga telah dilaporkan dalam sejumlah kesempatan.

Sementara, sistem pertahanan udara MIM-104 Patriot buatan Amerika Serikat memegang peran yang sangat krusial sekaligus strategis bagi Ukraina dalam upaya melindungi wilayah dan infrastruktur vitalnya dari gempuran udara Rusia.  

Namun saat ini, Kiev memiliki masalah serius dengan langkanya rudal pencegat sistem Patriot.

Meskipun unit peluncur (launcher) dan radar sistem Patriot secara fisik tersedia di beberapa titik strategis, unit-unit tersebut sering kali terpaksa dibiarkan kosong atau tidak beroperasi secara optimal akibat krisis amunisi.

Kondisi ini semakin buruk ketika mereka harus "berbagi" dengan kepentingan Amerika Serikat, Israel dan sekutu Washington di Timur Tengah yang tengah bekerja keras menghadapi drone dan rudal-rudal Iran.

Apa "arti" tembakan Ridal Kh-31PM di Perang Rusia Vs Ukraina?

Tujuan penindasan pertahanan udara (suppression of enemy air defences/SEAD) bukan selalu menghancurkan seluruh baterai pertahanan udara.

Melumpuhkan radar saja sudah bisa menjadi keberhasilan penting.

Jika radar Patriot tidak berfungsi, Rusia berpotensi mendapatkan jendela waktu ketika pertahanan udara di wilayah tersebut menjadi lebih lemah.

Kondisi itu dapat dimanfaatkan untuk operasi pesawat, rudal jelajah, rudal balistik, atau drone.

Dengan kata lain, Kh-31PM dapat dipandang sebagai senjata untuk membuka celah dalam jaringan pertahanan udara Ukraina.

Rudal Antiradiasi Kh-31PM

Kh-31PM merupakan salah satu rudal antiradiasi paling modern yang digunakan Rusia. Rudal ini merupakan pengembangan signifikan dari Kh-31P era Uni Soviet.

Kh-31PM mempertahankan karakteristik utama Kh-31P, terutama kecepatan yang sangat tinggi, tetapi dilengkapi sistem pencari sasaran (seeker) dan sistem propulsi yang lebih modern.

Pada Kh-31P, rudal dapat menggunakan sejumlah modul seeker yang dirancang untuk mendeteksi pita frekuensi radar tertentu. Operator harus menentukan modul yang sesuai berdasarkan jenis radar yang diperkirakan menjadi sasaran.

Berbeda dengan pendahulunya, Kh-31PM menggunakan passive seeker L-130 multiband. Sistem tersebut memiliki arsitektur pita lebar yang memungkinkan rudal mendeteksi lebih banyak jenis pancaran radar.

Bisa Melaju hingga Mach 4

Keluarga rudal Kh-31 memiliki sistem propulsi yang cukup unik dan menjadi salah satu karakteristik utamanya.

Setelah diluncurkan, rudal terlebih dahulu menggunakan pendorong roket berbahan bakar padat untuk memperoleh kecepatan tinggi dalam waktu singkat. 

Setelah tahap tersebut selesai, pendorong dilepaskan dan mesin ramjet mengambil alih untuk mempertahankan kecepatan rudal.

Konfigurasi tersebut memungkinkan Kh-31 mencapai kecepatan yang sangat tinggi. Dokumentasi Rusia mengenai Kh-31P generasi awal menyebut kecepatan maksimum sekitar 1.000 meter per detik.

Sementara itu, sejumlah penilaian berbasis sumber terbuka terhadap varian yang lebih baru menempatkan kecepatan puncak Kh-31 pada sekitar Mach 4 atau lebih.

Kecepatan tinggi tersebut memperpendek waktu yang tersedia bagi pihak lawan untuk mendeteksi, merespons, dan mencegat rudal.

Mengincar Pancaran Radar

Su-35 Rusia telah terlihat membawa rudal Kh-31PM dalam operasi di Ukraina sejak awal 2022.

Pilot Rusia dilaporkan menggunakan prosedur yang memungkinkan passive seeker rudal diaktifkan sebelum pesawat memasuki wilayah yang memiliki ancaman pertahanan udara.

Setelah mendeteksi pancaran radar pengendali tembakan yang sesuai, rudal dapat secara otomatis diluncurkan menuju sumber pancaran tersebut.

Kh-31PM merupakan rudal passive radar-homing. Artinya, rudal tidak memancarkan sinyal radar sendiri untuk mencari sasaran. 

Sebaliknya, rudal mendeteksi dan mengarahkan diri berdasarkan radiasi elektromagnetik yang dipancarkan radar lawan.

Kemampuan tersebut memberikan keuntungan bagi pesawat peluncur. 

Pada rudal dengan sistem radar aktif konvensional, pesawat mungkin perlu mengaktifkan radarnya sendiri untuk menemukan dan melacak sasaran sehingga berpotensi mengungkap keberadaannya kepada lawan.

Membawa Hulu Ledak Hampir 90 Kg

Kh-31P versi dasar memiliki bobot sekitar 586-600 kilogram dan membawa hulu ledak fragmentasi berdaya ledak tinggi dengan bobot sekitar 87-89 kilogram.

Bobot hulu ledak tersebut lebih besar dibandingkan sebagian besar rudal antiradiasi lainnya. Dengan daya ledak yang besar, rudal memiliki potensi lebih tinggi untuk menghancurkan sejumlah komponen sistem pertahanan udara yang menjadi sasaran.

Ledakan tersebut juga berpotensi menimbulkan dampak lebih besar terhadap personel yang berada di sekitar sistem.

Meski hulu ledak berukuran besar menambah bobot rudal yang harus dibawa pesawat, hal tersebut relatif tidak menjadi persoalan bagi pesawat tempur berat seperti Su-35 yang memiliki kapasitas angkut persenjataan besar.

Pertahanan Udara Jadi Target Penting di Ukraina

Perang Rusia-Ukraina menunjukkan betapa pentingnya sistem pertahanan udara berbasis darat dalam pertempuran modern.

Ukraina sangat mengandalkan sistem pertahanan udara untuk menghadapi kekuatan udara Rusia, terutama karena keterbatasan jumlah pesawat tempur modern yang dimilikinya.

Di sisi lain, kemampuan Rusia dalam melakukan penindasan pertahanan udara (suppression of enemy air defences/SEAD) mengalami penurunan sejak runtuhnya Uni Soviet.

Sejumlah pesawat khusus untuk misi tersebut, seperti MiG-25BM, telah dipensiunkan tanpa pengganti yang memiliki kemampuan serupa.

Sistem pertahanan udara bergerak juga menjadi sasaran yang sulit dihancurkan karena dapat berpindah posisi setelah mendeteksi adanya serangan.

Namun, penggunaan rudal antiradiasi dengan kecepatan sangat tinggi seperti Kh-31PM dapat mengurangi waktu yang tersedia bagi sistem pertahanan udara untuk berpindah lokasi.

Sistem Patriot Ukraina juga memiliki tingkat mobilitas yang lebih rendah dibandingkan sejumlah sistem pertahanan udara bergerak Rusia.

Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan kerentanannya terhadap serangan rudal antiradiasi seperti Kh-31PM.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.