TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG — Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang mulai menata langkah jangka panjang untuk memperkuat kualitas pendidikan dan tata kelola kelembagaan.
Salah satu langkahnya dilakukan melalui forum penyusunan visi, misi, tujuan, dan sasaran (VMTS) yang digelar di Ungaran, Jumat (21/8/2026).
Forum tersebut menjadi ruang strategis bagi FH UNTAG Semarang untuk menentukan arah pengembangan fakultas agar lebih terukur dan selaras dengan kebutuhan institusi.
Rumusan VMTS nantinya diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen formal, tetapi menjadi dasar dalam menjalankan berbagai program kerja.
Dekan FH UNTAG Semarang, Dr. Edi Pranoto, SH, MHum, menegaskan bahwa penyusunan VMTS harus berorientasi penuh pada kepentingan institusi.
Ia mengingatkan agar proses tersebut tidak dicampuri kepentingan lain, terutama kepentingan pribadi.
Menurut Edi, penyusunan VMTS menjadi bagian penting dalam menentukan kebijakan serta strategi pengembangan fakultas secara berkelanjutan.
Baca juga: Jual Beli Kursi Mahasiswa Baru Diduga juga Terjadi di FH dan FPIK
Karena itu, ia meminta seluruh peserta forum terlibat serius agar menghasilkan rumusan yang benar-benar dapat diterapkan.
“Memang sebuah capaian tidak ada yang sempurna, tetapi saya harapkan ini harus diupayakan sebagai langkah yang serius dan semaksimal mungkin,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Tribun Jateng, Minggu (23/8/2026).
Edi menilai keberhasilan penyusunan VMTS tidak hanya diukur dari terselesaikannya dokumen visi, misi, tujuan, dan sasaran.
Setelah disepakati, rumusan tersebut harus diperkenalkan kepada seluruh pemangku kepentingan agar menjadi pedoman bersama.
Dengan sosialisasi tersebut, VMTS diharapkan dapat dipahami dan diterapkan oleh seluruh civitas akademika FH UNTAG Semarang dalam berbagai aktivitas akademik maupun kelembagaan.
“Jadi hasil dari sini tidak sampai pada dokumen visi, misi, sasaran dan tujuan, tetapi juga harus disosialisasikan kepada seluruh stakeholder supaya visi, misi, tujuan dan sasaran ini betul-betul membumi kepada seluruh warga Fakultas Hukum,” jelasnya.
Langkah tersebut sekaligus menunjukkan bahwa fakultas ingin menjadikan VMTS sebagai acuan nyata dalam menjalankan program dan menentukan prioritas pengembangan ke depan.
Selain memperkuat arah internal, FH UNTAG Semarang juga mulai menyiapkan target yang lebih tinggi, yakni menuju akreditasi internasional.
Target tersebut membutuhkan keselarasan antara VMTS dengan seluruh program kerja fakultas.
Setiap kegiatan yang dijalankan diharapkan memiliki kontribusi terhadap pencapaian indikator yang diperlukan dalam proses akreditasi internasional.
“Oleh karena itu, program kerja yang diimplementasikan harus mencerminkan visi, misi, tujuan dan sasaran yang menunjang pada indikator akreditasi internasional,” tegas Edi.
Artinya, rumusan VMTS tidak hanya menjadi arah pengembangan institusi, tetapi juga menjadi salah satu fondasi dalam meningkatkan daya saing FH UNTAG Semarang di tingkat yang lebih luas.
Sementara itu, Wakil Dekan I FH UNTAG Semarang, Prof. Sri Mulyani, menekankan aspek pelayanan sebagai bagian penting dari penguatan kualitas fakultas.
Ia mendorong seluruh civitas akademika untuk membangun budaya pelayanan yang lebih terbuka dan mengutamakan kebutuhan warga kampus.
"Kami mendorong seluruh civitas akademika memberikan pelayanan yang ramah, humanis, responsif, terbuka, serta mengedepankan pelayanan prima," ujarnya.
Menurut Sri Mulyani, peningkatan kualitas pelayanan dapat membantu menciptakan suasana akademik yang nyaman sekaligus mendukung perbaikan tata kelola kelembagaan.
Pada akhirnya, penyusunan VMTS diarahkan untuk memperkuat beberapa aspek sekaligus, mulai dari mutu pendidikan, pelayanan, hingga tata kelola.
Langkah tersebut diharapkan mampu membawa FH UNTAG Semarang memiliki daya saing yang semakin kuat, baik di tingkat nasional maupun internasional.
"Melalui penyusunan VMTS tersebut, FH UNTAG Semarang menargetkan peningkatan mutu pendidikan, pelayanan dan tata kelola kelembagaan, sekaligus memperkuat daya saing fakultas di tingkat nasional hingga internasional," tutupnya. (*)