Pemerintah Papua Tengah Salurkan Ribuan Masker untuk Lindungi Warga dari ISPA Karhutla
Marius Frisson Yewun August 23, 2026 10:15 AM

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari

TRIBUN-PAPUA.COM, NABIRE - Kabut asap mulai mengancam kesehatan masyarakat di Kabupaten Nabire, Papua Tengah.

Hal ini disebabkan karena aktivitas pembakaran lahan yang dilakukan secara sembarangan di musim kemarau saat ini.

Menanggapi situasi ini, Pemprov Papua Tengah bergerak cepat melancarkan aksi mitigasi guna mencegah terjadinya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Baca juga: Mimika Rancang Kapiraya Jadi Pusat Ekonomi Baru Seluas 3.283 Hektare

Pelaksana Tugas (Plt), Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, Agus mengatakan, langkah ini dilakukan agar intervensi medis dapat berjalan selaras dengan kondisi lapangan.

"Jadi hari ini kami bagi 1.000 masker gratis kepada warga Nabire," kata Agus dalam rilis pers yang diperoleh Tribun-Papua.com, Sabtu, (22/8/2026).

Ia memastikan pembagian masker akan terus dilakukan di ruang publik setiap harinya.

Tidak hanya itu, antisipasi jangka panjang seperti penyediaan obat, hingga armada ambulans untuk emergensi juga telah dilakukan.

Baca juga: Biak Dikelilingi 167 Hotspot, Bupati Minta Warga Stop Bakar Lahan

"Jadi pasokan obat batuk, suplemen vitamin, masker dan lain sebagainya dalam status aman," ujarnya.

Untuk memperkuat proteksi dini secara mandiri, pemerintah telah menerbitkan imbauan yakni:

1. Melarang warga membakar sampah secara sembarangan yang berpotensi memperburuk kualitas udara lokal.

2. Mewajibkan penggunaan masker saat berada di luar ruangan, terutama di area jalanan berdebu.

3. Meningkatkan asupan cairan tubuh guna mencegah dehidrasi di tengah paparan suhu panas.

4. Membiasakan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah beraktivitas.

Baca juga: Bupati Keerom Dampingi Warga Skofro Tanam 5 Hektare Lahan Jagung

5. Memastikan aliran udara di dalam rumah tetap bersih dan terjaga kelembabannya.

6. Mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan menjaga waktu istirahat yang cukup.

Dengan imbauan yang ada, Agus berharap agar warga tidak menunda pengobatan jika mengalami gejala klinis yang memburuk.

“Kalau alami gejala teknis, maka segera mendatangi puskesmas atau rumah sakit terdekat,” pungkasnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.