Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Feronike Rumere
TRIBUN-PAPUA.COM, TIMIKA – Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Mimika menggandeng PT Ariana Adicipta dalam penyusunan perencanaan Kota Kapiraya, Distrik Mimika Barat Tengah.
Seminar pendahuluan perencanaan Kota Kapiraya tersebut digelar di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Jumat, (21/8/2026).
Penyusunan perencanaan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Mimika membuka pusat pertumbuhan ekonomi baru, sebagaimana tertuang dalam misi RPJMD kabupaten ini.
Baca juga: Biak Dikelilingi 167 Hotspot, Bupati Minta Warga Stop Bakar Lahan
Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung pembangunan daerah sekaligus menekan angka kemiskinan dan pengangguran.
Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Kabupaten Mimika, Sumitro Hamzah, mengatakan Kapiraya memiliki posisi strategis karena berada di wilayah pesisir.
Selain letaknya yang strategis, kampung ini juga memiliki potensi sumber daya alam (SDA) yang cukup melimpah.
Karena itu, menurut Sumitro, diperlukan perencanaan kota yang baik dan terarah agar pembangunan di Kapiraya dapat dilakukan secara terencana, terpadu, dan berkelanjutan.
"Penyusunan dokumen ini dilaksanakan oleh PT Ariana Adicipta. Pekerjaan ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu tiga bulan, dengan masa kontrak yang telah dimulai sejak akhir Juli," kata Sumitro dalam laporannya.
Baca juga: Bupati Keerom Dampingi Warga Skofro Tanam 5 Hektare Lahan Jagung
Sementara itu, usulan delineasi kawasan perencanaan Kota Kapiraya mencapai 3.283,20 hektare.
Narasumber dari PT Ariana Adicipta, Sulaiman, menjelaskan Kapiraya berada di Distrik Mimika Barat Tengah dan memiliki karakter sosial budaya yang kuat dengan masyarakat Suku Kamoro.
Menurutnya, kondisi sosial budaya masyarakat Kapiraya tidak dapat dipisahkan dari karakter wilayah Mimika yang didominasi kawasan pesisir, sungai, rawa, dan hutan sagu.
Kondisi tersebut turut membentuk pola kehidupan serta hubungan sosial masyarakat setempat yang cenderung komunal dan memiliki ketergantungan terhadap lingkungan alam.
"Dalam konteks sosial seperti ini, hubungan antaranggota masyarakat cenderung bersifat komunal, ditandai ketergantungan terhadap jaringan keluarga serta lingkungan alam," ujar Sulaiman.
Baca juga: UPDATE Penyebab 543 Warga Keracunan MBG, Dinkes Jayapura Tunggu Hasil Sampel BBPOM
Dari sisi infrastruktur, lanjut Sulaiman, Kapiraya saat ini telah memiliki sarana transportasi berupa satu unit bandara dan satu unit dermaga.
Untuk pelayanan kesehatan, tersedia satu pustu. Sementara di bidang pendidikan terdapat satu sekolah dasar, yakni SD Inpres Uta II Kapiraya.
Kondisi sarana dan prasarana tersebut menjadi salah satu pertimbangan penting dalam penyusunan arah pembangunan Kota Kapiraya ke depan.
Dengan perencanaan yang matang, Sulaiman menilai Kapiraya berpotensi berkembang menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Mimika.
Namun, terdapat sejumlah isu utama yang perlu menjadi perhatian dalam perencanaan kawasan tersebut.
Baca juga: BNI Hadirkan Akses Eksklusif Menikmati Andrea Bocelli Romanza di Indonesia
Di antaranya keterbatasan transportasi, menurunnya kualitas sanitasi lingkungan, belum optimalnya pengelolaan sampah, keterbatasan pelayanan dasar, risiko kerusakan lingkungan, serta gangguan terhadap keamanan dan ketertiban.(*)