Biak Dikelilingi 167 Hotspot, Bupati Minta Warga Stop Bakar Lahan
Marius Frisson Yewun August 23, 2026 10:15 AM

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Fiona Sihasale

TRIBUN-PAPUA.COM, BIAK - Bupati Biak Numfor, Provinsi Papua, Markus Mansnembra mengimbau seluruh masyarakat untuk menghentikan sementara aktivitas pembakaran lahan, semak-semak maupun sampah di tengah kondisi cuaca yang semakin panas dan angin yang cukup kencang. 

Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) meluas hingga mendekati daerah permukiman warga.

Markus mengatakan kondisi cuaca yang terjadi saat ini perlu menjadi perhatian bersama karena suhu udara yang cukup tinggi disertai angin kencang dapat mempercepat penyebaran api apabila terjadi kebakaran.

Baca juga: Bupati Keerom Dampingi Warga Skofro Tanam 5 Hektare Lahan Jagung

“Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah karhutla. Kita harus menyelamatkan lingkungan dan generasi masa depan,” ujar Bupati Markus saat ditemui di Biak, Sabtu (22/8/2026)

sabsairmakskasa
CUACA EKSTREM - Bupati Biak Numfor, Provinsi Papua, Markus Mansnembra (kiri depan) saat meninjau langsung penanganan kebakaran hutan di Kampung Adainasnosen, Jumat (21/8/2026) malam.(Istimewa)

Menurutnya, kebakaran yang terjadi di sejumlah titik di wilayah Biak Numfor tidak seluruhnya dapat dipastikan terjadi secara alami. Sebagian kebakaran diduga berkaitan dengan aktivitas masyarakat, terutama pembukaan lahan untuk kegiatan bercocok tanam.

Ia memahami bahwa sebagian masyarakat menggunakan metode pembakaran untuk membersihkan dan membuka lahan karena dianggap lebih efektif, terutama ketika kondisi cuaca sedang panas. 

Baca juga: UPDATE Penyebab 543 Warga Keracunan MBG, Dinkes Jayapura Tunggu Hasil Sampel BBPOM

Namun, dalam situasi seperti sekarang, kata bupati, cara tersebut memiliki risiko yang cukup besar karena api dapat dengan cepat menjalar akibat tiupan angin.

“Kita ketahui bersama, suhu udara saat ini cukup panas dan diikuti hembusan angin yang cukup kencang. Kondisi ini menyebabkan kebakaran yang terjadi di beberapa titik dapat dengan cepat meluas,” katanya.

Ia juga meminta masyarakat untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan serta tidak membakar sampah di tempat yang berpotensi memicu kobaran api. 

Bupati meminta agar masyarakat lebih berhati-hati terhadap setiap aktivitas yang menggunakan atau dapat menimbulkan api.

Baca juga: BNI Hadirkan Akses Eksklusif Menikmati Andrea Bocelli Romanza di Indonesia

"Tadi malam kami bersama-sama dengan tim terpadu dari Polres, TNI-Polri, BPBD dan instansi terkait lainnya melakukan pemadaman api di beberapa titik yang kita pantau. Sampai hari ini tidak menutup kemungkinan akan terjadi hal yang sama,” terangnya.

Ia menilai, kebakaran pada lahan kosong atau kawasan yang jauh dari permukiman tetap harus diwaspadai. Sebab, api yang awalnya berada di kawasan semak atau lahan terbuka dapat merembet dan mendekati rumah warga apabila tidak segera ditangani.

“Kalau sudah merembes sampai mendekati permukiman, inilah yang menjadi kekhawatiran kita karena bisa menjadi kebakaran yang menyusahkan masyarakat,” ujarnya.

Karena itu, bupati mengajak seluruh elemen masyarakat mengambil bagian dalam pencegahan Karhutla dengan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan api.

samsakrkndkaksadsa
ANCAMAN KARHUTLA BIAK - Tampilan udara memperlihatkan kawasan hutan yang hangus terbakar di Biak Numfor. Pemkab Biak mengimbau warga menghentikan aktivitas pembakaran lahan guna mencegah api meluas ke permukiman.

Pencegahan sejak dini dinilai jauh lebih penting agar kebakaran tidak meluas, mengganggu aktivitas warga, merusak lingkungan, maupun mengancam kawasan permukiman.

“Lingkungan yang kita jaga hari ini adalah bagian dari masa depan anak-anak dan generasi kita. Karena itu, mari bersama-sama mencegah kebakaran dan menjaga lingkungan,” pungkasnya.

Diketahui bahwa hingga Jumat (21/8/2026) terdapat 167 titik hotspot yang menyebar di wilayah Andey, Biak Barat, Biak Kota, Biak Timur, Biak Utara, Samofa, Swandiwe dan Yendidori.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.