Iran Desak Qatar Evakuasi Pilot Terluka dan Minta Kuwait Bebaskan Tahanan
Darwin Sijabat August 23, 2026 11:04 AM

 

TRIBUNJAMBI.COM – Pemerintah dan Staf Umum Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran secara intensif menindaklanjuti nasib serta kondisi para tahanan militernya yang saat ini berada di bawah penahanan pemerintah Qatar dan Kuwait.

Komandan Komite Pencarian Orang Hilang (MIA) Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran, Brigadir Jenderal Mohammad Baqerzadeh, mendesak Komite Internasional Palang Merah (ICRC) untuk mengerahkan ambulans udara ke Qatar guna memulangkan tiga pilot tempur Iran yang berada dalam kondisi luka parah.

Mengutip laporan Tasnim News Agency, Sabtu (22/8/2026), Baqerzadeh menyambut baik keputusan Doha yang menerima kedatangan tim ahli Iran. 

Namun, ia mengkritik keras tempat penahanan para pilot di atas fasilitas terapung yang dinilai tidak layak dan membahayakan keselamatan jiwa mereka.

"Tempat penahanan para tahanan di atas air tidak layak," tegas Baqerzadeh seraya mendesak Qatar segera memindahkan mereka ke rumah sakit daratan berfasilitas lengkap.

Isu penahanan ini bermula dari operasi tempur pada 2 Maret 2026, ketika dua pesawat tempur Su-24 Angkatan Udara Iran menyerang Pangkalan Udara Al Udeid milik AS di Qatar. 

Saat perjalanan pulang, kedua jet dihantam sistem pertahanan udara musuh hingga memaksa seluruh awak melontarkan diri (eject).

Salah satu dari empat penerbang, Brigjen Majid Kazemi, gugur dan jenazahnya telah dipulangkan ke Iran usai konfirmasi uji DNA. 

Tiga pilot lainnya, Javad Salehi, Abdolmajid Dashtian, dan Omran Behraveshian, ditangkap hidup-hidup oleh pasukan Qatar.

Baqerzadeh sebelumnya telah melayangkan surat resmi kepada Presiden ICRC Mirjana Spoljaric Egger pada 15 Agustus untuk memfasilitasi panggilan video antara pilot dan keluarga, mengingat hingga kini Teheran belum diizinkan bertemu langsung dengan ketiga perwira tersebut.

Progres Diplomatik Tahanan di Kuwait

Sementara mengenai kasus penahanan warga militer Iran di Kuwait, Baqerzadeh mengungkapkan adanya sinyal positif dari otoritas setempat yang telah menyetujui akses diplomatik bagi Duta Besar Iran.

"Tindakan ini telah menciptakan secercah harapan untuk pembebasan segera para warga negara yang terkasih ini," ungkap Baqerzadeh.

Baca juga: Panglima Iran Peringatkan Negara Teluk: Bantu AS Sama dengan Berperang

Baca juga: 137 Motor Terjaring Razia Polres Muaro Jambi : Knalpot Brong dan Balap Liar

Iran mendesak Pemerintah Kuwait untuk memenuhi hak-hak empat tahanan warga negaranya sesuai dengan koridor empat Konvensi Jenewa, termasuk membuka akses komunikasi awal dengan pihak keluarga di Teheran.

Qatar Bantah Tangkap Pilot Iran

Sementara itu, otoritas Qatar mengatakan mereka tidak memiliki informasi mengenai para penerbang yang hilang tersebut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Mohammed Al-Ansari, mengatakan pihaknya secara tegas membantah laporan bahwa ketiga pilot Iran tersebut ditahan.

Menurut keterangan Qatar, pasukannya berupaya berkomunikasi dengan para pilot setelah mereka memasuki wilayah udara Qatar, tetapi tidak mendapat respons.

Ansari mengatakan, pasukannya kemudian bertindak sesuai aturan keterlibatan yang telah ditetapkan untuk mempertahankan wilayah Qatar.

Qatar juga membantah keterangan Iran mengenai apa yang terjadi setelah pesawat-pesawat tersebut jatuh.

Qatar mengatakan, tim pencarian dan penyelamatannya mencari para pilot dan kemudian berkoordinasi dengan Iran terkait pemulihan serta pemindahan jenazah salah satu pilot.

Doha mengatakan, pihaknya mengundang tim Iran pada April untuk memeriksa detail operasi pencarian tersebut, tetapi mengklaim bahwa Iran tidak menanggapi undangan itu.

Operasi 2 Maret terjadi di tengah respons militer Iran yang lebih luas terhadap serangan AS dan Israel yang dimulai pada 28 Februari.

Baca juga: DPR Minta Usut Otak Karhutla Kalimantan, 4 Korporasi Kini Diperiksa

Baca juga: Jelang Pelantikan Karang Taruna Jambi, Panitia Matangkan Persiapan dan Sambut Ketua Umum PNKT

Baca juga: Su-35 Rusia Tembak Rudal Kh-31PM Ukraina, Rusak Baterai Patriot Utama

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.