Dukung Proyek Panas Bumi Gunung Ungaran demi Kemandirian Energi, Sumarno Janji Sosialisasi ke Warga
Rustam Aji August 23, 2026 11:07 AM

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) memastikan rencana eksplorasi proyek geotermal Gunung Ungaran berkapasitas 55 Megawatt (MW) akan disosialisasikan secara masif dan transparan kepada masyarakat sekitar. 

Pemprov menegaskan warga berhak mengetahui secara pasti potensi dampak lingkungan maupun jaminan keamanan dari proyek panas bumi tersebut.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menekankan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap seluruh spektrum dampak pembangunan energi terbarukan ini, termasuk risiko yang mungkin timbul selama proses konstruksi hingga operasi.

"Kami akan menyampaikan dampak-dampak kepada masyarakat, tidak masalah dampak negatifnya dan dari sisi keamanan. Penjelasan bagaimana dampak proyek terhadap masyarakat sekitar harus menjadi perhatian utama," ujar Sumarno saat dikonfirmasi, Sabtu (22/8/2026).

Rencana proyek pemanfaatan energi panas bumi Gunung Ungaran ini resmi bergulir setelah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menerbitkan Surat Keputusan (SK) izin pemanfaatan wilayah kerja pada Rabu (19/8/2026).

Proyek strategis yang rencananya digarap oleh kolaborasi PT PLN (Persero) dan PT Geo Dipa Energi ini berada cukup dekat dengan kawasan cagar budaya Candi Gedong Songo, yang saat ini tengah masuk dalam tahap kajian ulang.

Baca juga: Lomba Layang-Layang Hias 3D Blora 2026: Blandong Jati Terbang hingga Gerobak Sate Memukau Warga

Kendati belum menerima dokumen detail terkait rencana eksplorasi tersebut, Pemprov Jateng menyatakan dukungan penuh atas prinsip pengembangan energi hijau ini. Langkah ini dinilai krusial guna melepaskan Jawa Tengah dari ketergantungan pasokan energi luar dan mewujudkan kemandirian energi daerah.

Sumarno menjelaskan, pengoptimalan potensi gas bumi dan panas bumi lokal sangat penting untuk menekan ketergantungan terhadap impor Liquefied Petroleum Gas (LPG). Sebagai solusinya, pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) serta energi panas bumi domestik terus didorong.

"Secara konsep kami memberikan dukungan untuk geotermal karena Jawa Tengah punya tantangan besar terkait kemandirian energi. Jadi kalau ada potensi dalam negeri, tentu saja harus dioptimalkan. Kami bahkan punya BUMD yang mendorong penggunaan CNG 100 persen produk dalam negeri, berbeda dengan LPG yang masih impor," pungkas Sekda Jateng Sumarno.(Iwn)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.