Laporan Adim Mubaroq
TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA- Sejarah baru ditorehkan Kabupaten Majalengka di panggung pariwisata dan kebudayaan Jawa Barat.
Tresna Wine Eriska, wakil Kabupaten Majalengka, berhasil meraih gelar Mojang Pinilih Jawa Barat 2026 dalam Grand Final Pasanggiri Mojang Jajaka Jawa Barat 2026.
Malam puncak ajang bergengsi tersebut berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) Universitas Kristen Maranatha, Sabtu (22/8/2026) malam.
Sementara gelar Jajaka Pinilih Jawa Barat 2026 diraih Alden Hugo Daffa dari Kota Cimahi.
Bagi Majalengka, capaian Tresna menjadi catatan istimewa.
Pasalnya, wakil daerah tersebut berhasil berdiri di posisi tertinggi pada ajang Mojang Jajaka tingkat Jawa Barat, sekaligus membawa nama Majalengka semakin dikenal melalui sektor pariwisata, kebudayaan dan ekonomi kreatif.
Baca juga: Bupati Eman Turun Tangan, Tempat Wisata Gunung Karang Majalengka Direaktivasi, Tiket Masih Gratis
Tresna sebelumnya menjadi bagian dari pasangan utusan Kabupaten Majalengka bersama Bintang.
Keduanya menjalani rangkaian proses Pasanggiri Mojang Jajaka Jawa Barat 2026 dengan membawa misi memperkenalkan potensi daerah sekaligus menunjukkan kualitas generasi muda Majalengka.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Majalengka, Rachmat Kartono, menyebut capaian tersebut sebagai sejarah baru bagi daerah.
“Ini sejarah bagi Kabupaten Majalengka, jadi juara 1,” kata Rachmat, Minggu (23/8/2026) malam.
Menurutnya, perjalanan panjang Pasanggiri Mojang Jajaka Jawa Barat 2026 akhirnya mencapai titik puncak dengan mempertemukan putra-putri terbaik dari kabupaten dan kota se-Jawa Barat.
Dalam persaingan tersebut, Tresna mampu menunjukkan kapasitas hingga meraih gelar Mojang Pinilih Jawa Barat.
Rachmat menilai prestasi itu menjadi gambaran bahwa generasi muda Majalengka memiliki kemampuan untuk bersaing di tingkat provinsi.
“Majalengka sanggup menorehkan prestasi di ajang Moka Jabar. Ini tentunya menjadi representasi anak muda Majalengka yang cerdas, sebagai duta pariwisata, budaya dan ekonomi kreatif, sanggup menembus ajang bergengsi di Provinsi Jawa Barat,” ujarnya.
Bagi Disparbud Majalengka, keberhasilan tersebut bukan sekadar tentang mahkota dan gelar juara.
Lebih jauh, Mojang Jajaka menjadi salah satu ruang untuk menyiapkan generasi muda agar mampu menjadi wajah daerah dan ikut mempromosikan potensi Majalengka.
Mulai dari destinasi wisata, kekayaan budaya, seni tradisi, kuliner hingga ekonomi kreatif dapat diperkenalkan melalui peran generasi muda yang memiliki kemampuan komunikasi dan kreativitas.
Karena itu, kemenangan Tresna menjadi momentum untuk semakin memperkuat pembinaan sumber daya manusia di sektor pariwisata dan kebudayaan.
Potensi daerah yang besar membutuhkan figur-figur muda yang mampu mengemas cerita tentang Majalengka dan membawanya ke ruang yang lebih luas.
Baca juga: Bupati Eman Suherman Lepas Finalis Mojang Jajaka Majalengka ke Moka Jabar 2026
Rachmat menegaskan, prestasi tersebut juga tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Mulai dari Bupati Majalengka, Eman Suherman dan Wakil Bupati Majalengka, Sekretaris Daerah Aerom Randi, Ketua PKK Ibu Iim Maemunah, Disparbud, seluruh organisasi perangkat daerah, pemerintah kecamatan hingga masyarakat Majalengka.
“Hayu kita berkolaborasi, SAE Keun Majalengka. Tentunya berdaya dan berperan untuk Majalengka langkung SAE agar Jawa Barat istimewa,” katanya.
Menariknya, gelar Mojang Pinilih Jawa Barat 2026 yang diraih Tresna juga disertai apresiasi yang cukup besar.
Berdasarkan penghargaan yang diterima, Tresna memperoleh uang pembinaan sebesar Rp10 juta serta Beasiswa Pendidikan S2 Universitas Kristen Maranatha secara penuh (fully funded).
Hadiah tersebut membuat pencapaian Tresna tidak hanya menjadi prestasi di bidang pariwisata dan kebudayaan, tetapi juga membuka kesempatan bagi dirinya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Bagi Rachmat, capaian tersebut menjadi kombinasi yang membanggakan: mahkota Mojang Pinilih, apresiasi finansial, sekaligus kesempatan pendidikan S2 berhasil dibawa pulang oleh putri daerah.
Prestasi Tresna juga menjadi bagian dari upaya memperkuat citra Majalengka melalui generasi mudanya.
"Jika selama ini potensi Majalengka banyak dikenal melalui destinasi wisata dan kekayaan budayanya, kini semakin lengkap dengan hadirnya anak-anak muda yang mampu tampil dan berprestasi di tingkat Jawa Barat," pungkas Rachmat.