Bencana Asap! Kualitas Udara Kubu Raya dan Mempawah Sangat Tidak Sehat hingga Berbahaya
Syahroni August 23, 2026 11:45 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.

Kabupaten Kubu Raya dan Mempawah menjadi dua daerah yang perlu mendapat perhatian serius.

Asap akibat karhutla masih cukup tebal pada jam-jam tertentu, terutama pada pagi hari.

Baca juga: Prabowo Turun Gunung Atasi Kabut Asap Kalbar, Wabup Kubu Raya Sampaikan Hal Ini

Berdasarkan data terbaru BMKG Kalimantan Barat, Minggu 23 Agustus 2026, kualitas udara di Kubu Raya dan Mempawah masih berada pada kategori sangat tidak sehat.

Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Kalimantan Barat, Sutikno, mengatakan kondisi kualitas udara di sejumlah wilayah Kalbar masih berada pada level tidak sehat hingga berbahaya.

"Umumnya memang kondisi kualitas udara di Kalbar masih dalam kondisi tidak sehat hingga level berbahaya," kata Sutikno.

Kondisi berbeda terlihat di Kabupaten Sintang.

Baca juga: Kabut Asap Ganggu Pelayaran, Kapal Barang Kurangi Kecepatan di Sungai Kapuas

Meski wilayah tersebut juga memiliki cukup banyak titik panas, kualitas udaranya berada satu tingkat di bawah Kubu Raya dan Mempawah, yakni kategori tidak sehat.

Kenali Kategori Kualitas Udara

Masyarakat perlu memahami kategori kualitas udara agar dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak asap karhutla.

Kualitas udara dengan konsentrasi partikulat 0–50 µg/m⊃3; masuk kategori baik dan secara umum tidak memberikan dampak kesehatan.

Sementara konsentrasi 51–100 µg/m⊃3; berada pada kategori sedang.

Kondisi ini masih relatif aman, meski dapat memberikan sedikit dampak terhadap tanaman yang sangat sensitif.

Adapun konsentrasi 101–150 µg/m⊃3; masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.

Baca juga: Kabut Asap Kalbar Makin Parah, Lasarus Bongkar Masalah Pembakaran Lahan yang Tak Kunjung Tuntas

Kondisi ini mulai berisiko bagi kelompok seperti anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.

Dengan kondisi kualitas udara yang masih buruk, masyarakat di wilayah terdampak asap karhutla diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama saat konsentrasi asap meningkat pada pagi hari.

Penggunaan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika asap semakin pekat menjadi langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi paparan asap.


 
 
 
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.