Puluhan Pelari Meriahkan Lomba Lari Estafet Obor Comal 2026 Pemalang, Perebutkan Uang dan Kambing
rika irawati August 23, 2026 12:07 PM

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PEMALANG - Puluhan pelari adu cepat menjadi juara dalam lomba lari Estafet Obor Comal 2026 di Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Sabtu (22/8/2026) malam.

Mereka memperebutkan hadiah utama berupa uang dan kambing.

Lomba lari estafet sambil membawa obor ini berlangsung di Jalan Gatot Subroto, Comal, untuk memeriahkan HUT RI.

Ada 48 pelari yang tergabung dalam 16 tim.

Uniknya, pemilihan tim ini dilakukan lewat undian. Satu tim beranggotakan tiga pelari.

Baca juga: Belum Tentu Diperpanjang, PPPK Paruh Waktu Batang Dievaluasi Tiap Tahun

Setiap peserta harus berlari sprint sejauh sekitar 250 meter, sambil membawa obor yang wajib tetap menyala hingga garis finis.

Jika obor padam, peserta harus menerima konsekuensi sesuai ketentuan perlombaan.

Ketua Panitia Estafet Obor Comal 2026, Irwan Syafi'i mengatakan, antusiasme peserta tahun ini meningkat.

Peserta tidak hanya berasal dari Kecamatan Comal, tetapi juga sejumlah wilayah di sekitarnya.

"Tahun ini, pesertanya tidak hanya warga Comal. Ada dari Ulujami, Petarukan, Ampelgading sampai Bodeh," kata Irwan.

Ia menjelaskan, perlombaan menggunakan sistem gugur.

Peserta yang kalah langsung tersingkir, sedangkan pemenang melaju ke babak berikutnya hingga diperoleh juara pertama, kedua, dan ketiga.

Yang membuat perlombaan semakin menarik, juara pertama tidak hanya mendapatkan uang tunai.

Pemenang berhak membawa pulang seekor kambing.

"Hadiah juara satu kambing, yang kedua dan ketiga uang tunai," ujarnya.

Dipadu Festival UMKM Lokal

Selain perlombaan, panitia juga menghadirkan sejumlah pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lokal.

Produk-produk tersebut dipamerkan sekaligus dibagikan secara gratis kepada masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.

Sejumlah produk yang ditampilkan antara lain Botok Setan sebagai kuliner khas Comal, semprong dari Posongan, brownies dari Puroharjo-Pelutan, serta kue Khamir dan Ajibpol yang disebut sebagai produk air mineral asli Pemalang.

Irwan mengatakan, keterlibatan UMKM pada kegiatan tersebut masih berpeluang diperluas pada pelaksanaan berikutnya.

Baca juga: Kronologi Kecelakaan Beruntun di Tol Batang, Tiga Penumpang Ambulans Tewas

Menurutnya, potensi UMKM lokal di Pemalang cukup besar, tetapi keterbatasan panitia membuat belum seluruh pelaku usaha dapat dilibatkan.

"Sebenarnya, UMKM kita itu banyak dan lengkap, cuma kita yang punya keterbatasan. Makanya, UMKM ini kita tampilkan tidak semuanya," jelasnya.

Perpaduan olahraga, hiburan, kuliner, dan UMKM membuat Estafet Obor Comal mulai berkembang tidak sekadar sebagai perlombaan tahunan.

Kegiatan tersebut dinilai memiliki potensi menjadi event olahraga dan hiburan yang lebih besar sekaligus menjadi ruang promosi produk lokal.

Plt Bupati Pemalang Nurkholes yang turut menyaksikan perlombaan, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut.

Menurutnya, Estafet Obor Comal memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi agenda tahunan berskala Kabupaten Pemalang.

"Kegiatan ini sangat luar biasa. Kita sangat mendukung dan sangat mengapresiasi kegiatan ini," ujar Nurkholes.

Potensi Jadi Event Kabupaten

Ia membuka peluang agar kegiatan yang selama ini digelar di tingkat kecamatan tersebut ditingkatkan menjadi event kabupaten.

"Nanti event-nya akan lebih diperbesar lagi dan menjadi kelas event kabupaten. Kalau ini masih kecamatan, nanti kita tingkatkan jadi event kabupaten," katanya.

Nurkholes menilai, pengembangan event juga perlu diikuti dengan penguatan UMKM yang terlibat.

Ia melihat, olahraga lari memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan karena semakin diminati masyarakat, khususnya kalangan muda.

"Pemalang butuh lari, butuh lari untuk sama-sama membangun Pemalang. Ini sangat tepat sekali di hari kemerdekaan," tegasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKS daerah pemilihan Jawa Tengah X, Rizal Bawazier mengatakan, Estafet Obor Comal telah menjadi agenda rutin sejak 2023.

Menurut Rizal, gagasan awal kegiatan tersebut muncul dari keinginan menghadirkan lomba lari dengan konsep berbeda, yakni digelar pada malam hari dengan membawa obor.

"Ini event setiap tahun dari 2023. Waktu itu, ada usulan untuk mengadakan acara lomba lari malam-malam sambil membawa obor di Comal," ungkapnya.

Ia menilai, pelaksanaan tahun ini menjadi salah satu yang paling meriah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Selain menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan, keberadaan obor juga memiliki makna simbolis untuk membangkitkan semangat generasi muda.

"Yang paling khas, supaya anak-anak muda juga semangat, pakai obor. Menyulut semangat, apalagi di event-event kemerdekaan," katanya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.