Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Ramadhan L Q
WARTAKOTALIVE.COM, TEBET - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meminta Pemerintah Kota Jakarta Selatan mempercepat penetapan lokasi penerima program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah.
Permintaan itu disampaikan Maruarar saat meninjau rumah penerima program BSPS di Gang Swadaya 2, RT 017, RW 08, Kelurahan Manggarai, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (21/8/2026).
Turut hadir Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo dan Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP Sri Haryati.
Maruarar mengatakan, percepatan penetapan lokasi diperlukan agar bantuan segera direalisasikan berdasarkan hasil pendataan dan kondisi rumah di lapangan.
Pada 2026, Kementerian PKP mengalokasikan 10.300 unit program bedah rumah untuk wilayah Jakarta.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.000 unit diperuntukkan bagi Jakarta Selatan.
"Bapak tentukan saja daerah mana, yang cepat begitu ya. Bapak rencananya di mana pak?" tanya Maruarar kepada Syafrin.
Syafrin menjelaskan, Kecamatan Tebet menjadi salah satu wilayah yang diprioritaskan. Selain Manggarai, kawasan Bukit Duri juga memiliki kebutuhan penanganan rumah tidak layak huni (RTLH) yang cukup tinggi. Setelah itu, program akan diarahkan ke Kecamatan Mampang.
Maruarar berharap penetapan 2.000 titik penerima bantuan di Jakarta Selatan dapat segera diselesaikan, termasuk persyaratan dan sosialisasinya.
"Kalau boleh hari ini (Jumat) sudah selesai 2.000 itu titiknya di mana, kemudian persyaratannya sosialisasi seperti apa. Jadi sudah segera bisa berjalan," ujar Maruarar.
Syafrin mengatakan, Pemkot Jakarta Selatan segera mengonsolidasikan para camat dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk mempercepat pendataan sekaligus menentukan wilayah prioritas.
Berdasarkan data Pemkot Jakarta Selatan, terdapat sekitar 141.538 rumah yang membutuhkan penanganan karena masuk kategori tidak layak huni. Angka tersebut merupakan bagian dari sekitar 823.000 RTLH yang tercatat di wilayah Jakarta.
"Tentu ini kami harapkan bisa diakselerasi terkait Program Pak Presiden melalui Kementerian PKP," kata Syafrin.
Penetapan lokasi penerima bantuan nantinya dilakukan berdasarkan hasil pendataan dan verifikasi di lapangan.
Tak Pernah Mengajukan, Ahmad Dapat Bantuan Bedah Rumah
Salah satu penerima BSPS, Ahmad Sukarelani (59), mengaku bersyukur rumahnya mendapat bantuan renovasi. Rumah tersebut dihuni empat kepala keluarga dengan total 24 orang.
Sebelum diperbaiki, rumah Ahmad kerap mengalami kebocoran ketika hujan dan memiliki pencahayaan serta ventilasi yang minim.
Perbaikan rumahnya dijadwalkan dimulai pada 16 September dan ditargetkan rampung pada 16 November 2026.
Menariknya, Ahmad mengaku tidak pernah mengajukan program bedah rumah tersebut. Ia bahkan tidak mengetahui rumahnya akan mendapat bantuan hingga tim survei datang dan menilai kondisi bangunannya tidak layak huni.
"Awalnya sebenarnya pada waktu itu tim survei yang dari Merah Putih, program Prabowo itu. Pas dilihat, ini rumah nggak layak tinggal, dia bilang harus dibedah rumah," tutur Ahmad.
Kabar tersebut menjadi kejutan bagi Ahmad dan keluarganya. Ia menyebut bantuan itu sebagai rezeki yang datang tanpa diduga.
"Mimpi apa semalam? Kayak rasanya ketiban bulan," ujarnya.
Bagi Ahmad, bantuan tersebut bukan sekadar memperbaiki kondisi bangunan, tetapi juga memberikan kesempatan bagi keluarganya untuk tinggal di rumah yang lebih nyaman dan sehat.
Ia berharap rumahnya nantinya memiliki ventilasi yang lebih baik dan tidak lagi mengalami kebocoran ketika hujan.
"Alhamdulillah udah nggak kehujanan, enggak kepanasan. Ventilasi ada. Dulu boro-boro mau benerin, ada buat makan aja alhamdulillah," katanya. (m31)