Royal Heritage 2026, Touring 10 Hari Komunitas Jip Mercy Susuri Jejak Sejarah Nusantara
Seno Tri Sulistiyono August 23, 2026 12:38 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mercedes Jip Indonesia (MJI) mengadakan perjalanan touring bertajuk 'Royal Heritage' selama 10 hari menyusuri jejak kerajaan Nusantara di Pulau Jawa dan Bali.

Aktivitas touring ini juga menyambangi destinasi wisata sepanjang rute perjalanan dan diikuti 50 kendaraan Mercedes Jip dengan total 150 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Aktivitas ini berwisata sambil mengenal sejarah, budaya, alam, serta mempererat persaudaraan di antara mereka dan berlangsung selama 10 hari penuh menyusuri jejak sejarah Nusantara yang tersebar di Pulau Jawa hingga Bali.

Baca juga: Banyak Aktivitas Overland dan Touring, Ban Rugged Terrain Paling Cocok untuk SUV dan Double Cab

Ketua Panitia Royal Heritage 2026 Ngurah Firnanda mengatakan, setiap destinasi dipilih khusus untuk mengungkapkan cerita unik tentang sejarah panjang Nusantara, mulai dari jejak kerajaan, kehidupan pesisir, hingga kekayaan warisan budaya yang masih lestari hingga kini.

Di awal perjalanan, peserta menelusuri berbagai situs bersejarah, mulai dari mengunjungi Keraton Cirebon, Keraton Yogyakarta, Keraton Mangkunegaran Surakarta hingga Trowulan di Mojokerto tempat yang dikenal sebagai pusat penting dalam sejarah Kerajaan Majapahit.

Di Trowulan, peserta melihat candi dan kompleks kerajaan yang pernah menjadi pusat Kerajaan Majapahit yang menguasai Nusantara abad XIV dan XV Masehi.

Perjalanan dilanjutkan ke Bondowoso, yang dikenal sebagai Bumi Ki Ronggo. Di daerah ini komunitas MJI melakukan kegiatan light off road sekitar kawah wurung serta bakti sosial area Taman Galuh sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat setempat.

"Aktivitas sosial ini menjadi bagian penting dari perjalanan, karena bagi MJI, turing bukan hanya soal menikmati perjalanan, tetapi juga memberikan dampak positif di setiap wilayah yang dikunjungi," kata Ngurah Firnanda dikutip Minggu, 23 Agustus 2026.

Ke De Djawatan dan Pelabuhan Muncar

Perjalanan di Jawa Timur dilanjutkan ke Banyuwangi dengan menyambangi De Djawatan di wilayah Benculuk. Ini merupakan kawasan hijau dengan pepohonan trembesi raksasa yang memberikan suasana sejuk dan rindang.

Berada di bawah naungan pepohonan tersebut, peserta seolah dibawa melintasi lorong waktu. Tempat ini memiliki ikatan dengan sejarah pengelolaan hutan serta menjadi bagian dari narasi sejarah Banyuwangi.

Dari De Djawatan, rombongan melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan Muncar menikmati kawasan pesisir yang hidup dengan aktivitas laut masyarakatnya.

Di sini banyak terdapat bangunan tua yang menjadi saksi perjalanan masyarakat, kekuasaan, perjuangan, dan nilai-nilai yang diwariskan hingga kini.

Muncar memperlihatkan bahwa sejarah Nusantara dibangun tidak hanya oleh kerajaan dan istana. Pelaut, nelayan, pedagang, dan masyarakat pesisir juga memainkan peran penting dalam pembentukan peradaban negara kita.

Menyusuri Jalur Petualangan

Royal Heritage kemudian menyentuh sisi petualangan di medan cross country di selatan Banyuwangi, dimana jalur aspal berganti menjadi medan yang lebih menantang, membawa peserta ke tanah berbatu, tanjakan terjal, turunan tajam, dan bentang alam yang masih alami.

Kemampuan kendaraan dan peserta benar-benar diuji, dari aspek performa kendaraan dan skill peserta untuk meningkatkan rasa kebersamaan.

Kendaraan di depan membuka jalan sementara yang lain memastikan tidak ada anggota tertinggal. Setiap peserta saling membantu guna menjaga agar perjalanan tetap lancar bersama-sama.

Menemukan Kisah Baru di Bali

Dari Banyuwangi, rombongan melanjutkan perjalanan ke Bali menyambangi kawasan Black Lava Gunung Batur.

Lanskap lava hitam ini mengingatkan kita pada kekuatan alam yang memengaruhi kehidupan masyarakat Bali selama berabad-abad. Selepas Gunung Batur, rombongan menuju Ubud.

Tempat ini menyajikan perpaduan seni, tradisi, arsitektur, dan cara hidup masyarakat yang membentuk kebudayaan dinamis.

Ubud menunjukkan bahwa warisan budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu. Ini adalah sesuatu yang terus hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Menelusuri Sejarah Kerajaan Klungkung

Perjalanan kemudian membawa rombongan ke Klungkung, salah satu tempat penting dalam sejarah kerajaan di Bali. Peserta mengeksplorasi jejak Kerajaan Klungkung, termasuk Kerta Gosa yang menjadi peninggalan penting kerajaan tersebut.

Bangunan ini menyimpan nilai arsitektur sekaligus cerita tentang pemerintahan dan peradilan pada masa Puputan Klungkung 1908, sebuah peristiwa penting dalam sejarah perjuangan masyarakat Bali.

Setelah sembilan hari perjalanan, perjalanan Royal Heritage ditutup dengan Malam Katana di Kuta. Kuta menjadi penutup yang sempurna untuk perjalanan panjang ini.

Mulai dari sejarah Banyuwangi, hutan De Djawatan, kehidupan pesisir pelabuhan Muncar, jalur petualangan di selatan Banyuwangi, hingga jejak kerajaan dan budaya Bali, semuanya dirangkai menjadi satu cerita utuh dalam perjalanan ini.

Ngurah Firnanda mengatakan, Royal Heritage mengingatkan bahwa turing bukan sekadar menghitung jarak atau mengejar jumlah destinasi, namun lebih daripada itu, yakni tentang orang-orang yang berjalan bersama, pengalaman yang dibagikan, tantanganbyang dilalui, serta kenangan yang tercipta sepanjang perjalanan.

Penyelenggaraan kegiatan mendapat dukungan dari BNI46, Pertamina, Pertamina Patra Niaga, we.the.fork dan lain-lain.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.