TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Harga ayam potong di Pasar Baru Mamuju, Sulawesi Barat masih normal meski distribusi pakan ayam ikut terdampak sulitnya mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar.
Truk pengangkut pakan ayam terdampak kelangkaan solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Baca juga: Hendak Padamkan Kebakaran Mobil Damkar Polman Terguling usai Hindari Pajero di Wonomulyo
Baca juga: Bersatu dalam Doa, Muhammadiyah Mamuju Tengah Ikuti Sholat Istisqa Serentak Pemkab dan MUI
Antrean Panjang truk tak terhindarkan, bahkan sopir harus menunggu berhari-hari untuk mendapat solar.
Aziz, sopir truk pengangkut pakan ayam mengatakan kelangkaan solar membuat perjalanan distribusi pakan menjadi lebih lambat.
Ia bahkan harus bermalam di SPBU karena menunggu mendapatkan solar.
"Jadi distribusi pakan yang saya bawa lambat juga" ujar Aziz saat dikonfirmasi tribun-sulbar.com Di SPBU Simbuang pada Minggu (23/8/2026).
Meski distribusi pakan ayam mengalami kendala, kondisi tersebut sejauh ini belum berdampak signifikan terhadap harga ayam potong di Pasar Baru Mamuju.
Iwan, seorang penjual ayam di Pasar Baru Mamuju, mengatakan harga ayam masih berada pada kisaran normal. Menurutnya, harga tersebut relatif stabil sejak Juni hingga Agustus 2026.
"Harganya terbilang normal sejauh ini," kata Iwan saat dikonfirmasi tribun-sulbar.com dipasar baru Mamuju pada Minggu (23/8/2026).
Berdasarkan pantauan harga di pasar, ayam dengan berat sekitar 2 kilogram dijual seharga Rp50 ribu. Sementara ayam dengan berat sekitar 3 kilogram dijual dengan harga Rp70 ribu.
Kondisi ini menunjukkan, meski persoalan BBM solar mulai menghambat distribusi pakan ayam, harga ayam potong di tingkat pasar Mamuju masih belum mengalami kenaikan berarti. (*)