Pakai Batik Paguntaka, 22 Siswa SDN Utama 1 Tarakan Tampil Kompak di Lomba Gerak Jalan HUT ke-81 RI
Amiruddin August 23, 2026 03:14 PM

 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Total 22 peserta dari SDN Utama 1 Tarakan turut memeriahkan dan tampil memukau dalam kegiatan Lomba Gerak Jalan Tingkat Kota Tarakan dalam rangka HUT ke-81 RI, pada Minggu (23/8/2026).

Diketahui Lomba Gerak Jalan Tingkat Kota Tarakan tersebut diikuti para pelajar dengan membawa kekhasan masing-masing.

Salah satu rombongan peserta yang turut meramaikan, dari SDB Utama 1 Tarakan

Mereka menampilkan batik paguntaka Tarakan di momen Gerak Jalan siang tadi.

Peserta dari SD Utama 1 tersebut terdiri dari siswa kelas 5 dan kelas 6.

Mereka siap menampilkan dua formasi yang melibatkan 22 peserta, dan satu orang komandan.

Guru mata pelajaran olahraga SD Utama 1, Ayuni Batopi, sekaligus korodinator pendamping tim mengatakan persiapannya tak sampai seminggu mereka berlatih.

Ia menjelaskan, dari 22 peserta, pembagian barisan terdiri dari siswa putri di sisi kiri dan kanan,  serta siswa putra di bagian tengah.

“Putrinya sebelah kiri 7, sebelah kanan 7, putra di tengah 7,” ujarnya.

Baca juga: Tangis Bangga Paskibraka Tarakan Sukses Kibarkan Merah Putih saat HUT ke-81 RI

Para peserta juga telah menjalani latihan selama lima hari.

Latihan tersebut dilakukan setelah mereka sebelumnya terlibat dalam kegiatan Paskibra pada 17 Agustus.

Menurut Ayuni, proses latihan tidak selalu mudah.

Para siswa menjalani latihan dengan memanfaatkan halaman sekolah sebagai lokasi persiapan.

Meski harus menjalani latihan, kondisi para peserta hingga saat kegiatan berlangsung disebut tetap baik.

Ayuni memastikan seluruh siswa dalam kondisi sehat dan masih menunjukkan semangat untuk mengikuti kegiatan.

“Sehat, sehat semua, semangat, dan ceria sekali,” ujarnya menambahkan untuk dua formasi mereka mengusung tagline Semangat untuk Juara.

Hal lain yang menarik perhatian dari penampilan peserta SD Utama 1 adalah penggunaan batik khas Tarakan.

Motif batik tersebut terlihat menjadi bagian dari penampilan para siswa.

Penggunaan batik itu ternyata bukan sekadar pilihan seragam, tetapi merupakan inisiatif dari orang tua peserta.

“Itu adalah inisiatif dari orang tua,” kata Ayuni.

Ia menjelaskan, seragam yang digunakan para peserta merupakan seragam dari SD Utama 1.

Sementara batik yang dikenakan menjadi variasi dalam penampilan.

Menurut Ayuni, penggunaan batik tersebut merupakan bentuk inisiatif orang tua, agar penampilan para peserta memiliki variasi, sekaligus tetap membawa identitas daerah.

“Batiknya itu adalah inisiatif dari orang tua supaya kita ada variasi, gitu.

Karena kita ini kan Kalimantan, jadi enggak lupa,” tuturnya.

Batik yang digunakan para peserta merupakan batik khas Tarakan.

Saat ditanya mengenai nama motif yang dikenakan, Ayuni menyebut motif tersebut bernama Paguntaka.

Penggunaan motif Paguntaka itu membuat penampilan para siswa tidak hanya menonjolkan kekompakan kelompok, tetapi juga membawa unsur identitas lokal dalam kegiatan yang mereka ikuti.

Dalam pelaksanaan kegiatan, para peserta SD Utama 1 Tarakan didampingi empat orang.

Ayuni mengatakan, empat pendamping tersebut memiliki pembagian tugas masing-masing untuk membantu para peserta selama mengikuti kegiatan.

“Dua yang jalan, dua orang yang naik motor,” pungkasnya.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.