TRIBUNJATENG.COM, DEMAK – Isu kerusakan lingkungan kini tidak hanya menjadi perhatian para pegiat lingkungan, tetapi juga mulai menjadi bagian dari gerakan keagamaan.
Salah satu konsep yang terus didorong adalah ekoteologi, yakni pemahaman bahwa menjaga alam merupakan bagian dari tanggung jawab spiritual manusia kepada Tuhan.
Pesan tersebut disampaikan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Demak saat mengikuti karnaval peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia, Sabtu (22/8/2026).
Dalam kegiatan itu, Kemenag Demak mengangkat tema "Ekoteologi: Merawat Bumi, Amanah Ilahi" sekaligus membagikan ratusan bibit pohon kepada masyarakat.
Baca juga: Warga Pati Berangkat Aksi 27 Agustus Rabu Malam, Empat Bus Sudah Disiapkan
Baca juga: Guru PPPK Paruh Waktu Jateng Bakal Ditata, Disdik Tunggu Regulasi Jelas
Bagi Kemenag Demak, peringatan kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga menjadi momentum untuk mengajak masyarakat memikirkan masa depan lingkungan hidup.
Kepala Kantor Kemenag Demak, Dr H Abdur Rouf, S.Ag., M.Si., mengatakan ekoteologi mengajarkan bahwa hubungan manusia dengan alam tidak bisa dipisahkan dari nilai-nilai keagamaan.
Menurutnya, alam bukan sekadar tempat hidup manusia, melainkan amanah yang harus dijaga dan diwariskan dalam kondisi baik kepada generasi berikutnya.
"Ekoteologi mengingatkan kita bahwa hubungan manusia dengan alam tidak hanya berbicara tentang lingkungan, tetapi juga menyangkut tanggung jawab spiritual. Bumi adalah amanah dari Allah yang harus kita rawat, bukan dieksploitasi tanpa batas," ujar Abdur Rouf.
Ia menilai berbagai persoalan lingkungan yang terjadi saat ini, mulai dari berkurangnya ruang hijau, pencemaran, hingga perubahan iklim, membutuhkan keterlibatan semua pihak. Tidak hanya pemerintah dan komunitas lingkungan, tetapi juga lembaga keagamaan.
Karena itu, kesadaran menjaga lingkungan perlu ditanamkan sejak dini dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.
Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah menanam pohon. Selain membantu menjaga kualitas udara, pohon juga berperan penting dalam menjaga ketersediaan air dan mengurangi dampak pemanasan global.
Atas dasar itulah Kemenag Demak memilih membagikan ratusan bibit pohon kepada masyarakat sebagai bagian dari kampanye lingkungan yang lebih konkret.
Melalui pembagian bibit tersebut, masyarakat diajak tidak hanya memahami pentingnya menjaga alam, tetapi juga terlibat langsung melalui tindakan nyata di lingkungan masing-masing.
"Ketika kita menanam satu pohon, sesungguhnya kita sedang menanam harapan untuk kehidupan. Apa yang kita lakukan hari ini akan dirasakan oleh anak cucu kita. Karena itu, merawat bumi harus menjadi bagian dari amal dan budaya kita bersama," katanya.
Abdur Rouf menjelaskan, penguatan nilai ekoteologi juga sejalan dengan program prioritas Kementerian Agama yang mendorong implementasi nilai-nilai agama dalam kehidupan sosial masyarakat.
Menurutnya, ajaran agama tidak hanya berbicara mengenai hubungan manusia dengan Tuhan dan sesama manusia, tetapi juga hubungan manusia dengan alam sebagai ciptaan Tuhan.
Dengan pendekatan tersebut, menjaga lingkungan diharapkan tidak lagi dipandang sebagai kewajiban kelompok tertentu, melainkan menjadi kesadaran bersama yang lahir dari nilai-nilai keagamaan.
Respons positif datang dari masyarakat yang menerima bibit pohon. Salah seorang warga, Risma, mengaku senang dengan program pembagian bibit yang dilakukan Kemenag Demak.
Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan manfaat langsung sekaligus mengingatkan masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan.
"Ini bukan sekadar pemberian bibit, tetapi juga mengingatkan kita bahwa menjaga lingkungan bisa dimulai dari hal sederhana, yaitu menanam pohon," ujarnya.
Risma berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk menanam dan merawat pohon di lingkungan tempat tinggalnya.
Ia menilai lingkungan yang hijau dan sehat merupakan warisan berharga bagi generasi mendatang.
"Kita tentu ingin anak cucu kita nanti masih bisa menikmati lingkungan yang hijau dan udara yang baik. Jadi, kalau hari ini kita menanam pohon dan merawatnya, sebenarnya kita sedang menyiapkan lingkungan yang lebih baik untuk mereka," katanya.
Melalui kampanye ekoteologi dan pembagian ratusan bibit pohon tersebut, Kemenag Demak ingin menunjukkan bahwa menjaga kelestarian lingkungan bukan hanya persoalan ekologis, tetapi juga bagian dari pengamalan nilai-nilai keagamaan yang berdampak nyata bagi kehidupan masyarakat. (*)