Update Laporan Aktivitas Kegempaan Gunung Merapi Minggu 23 Agustus 2026 Siang
Muhammad Fatoni August 23, 2026 04:03 PM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi dilaporkan mengalami 27 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-20 mm dan lama gempa 32.98-124.91 detik.

Selain itu, tercatat pula 8 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 3-27 mm, S-P 0.2-0.8 detik dan lama gempa 7.45-20.65 detik.

Serta 3 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 2-15 mm, dan lama gempa 9.33-12.54 detik.

Hal itu berdasarkan hasil laporan terakhir BPPTKG Yogyakarta sepanjang periode pengamatan hingga siang ini, Minggu (23/8/2026), hingga pukul 12.00 WIB.

Hingga saat ini, Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan Level III (Siaga) untuk gunung berapi aktif di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut.

Untuk pengamatan visual, Gunung api tertutup Kabut 0-III.

Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang tinggi sekitar 40 meter dari puncak.

Sementara cuaca teramati berawan hingga mendung, angin tenang ke arah barat.

Suhu udara sekitar 19.8-25.8°C. Kelembaban 63-88 persen. Tekanan udara 876.1-920 mmHg.

Baca juga: Merapi Luncurkan 5X Guguran Lava ke Arah Barat Daya Sejauh 1.800 Meter di Minggu Pagi

Lebih lanjut, BPPTKG Yogyakarta menyampaikan rekomendasi terkait potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Masyarakat juga agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya, dan mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Selain itu, masyarakat juga diimbau agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.