Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto mengatakan bahwa dia telah banyak memberikan pesan pernikahan kepada Kepala Sekretaris Pribadi (Kasespri) Presiden Rizky Irmansyah dan pasangannya Chika Yenalovi.

"Sudah banyak pesan, ya. Oke," kata Prabowo usai menjadi saksi dalam akad nikah Rizky dengan Chika di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Minggu.

Prabowo juga menyebut telah menyampaikan doa dan harapan untuk Rizky dan Chika.

"Iya, bagus, ya," kata Presiden.

Diketahui, Presiden Prabowo dan Presiden Ke-7 RI Joko Widodo menjadi saksi dalam akad nikah Rizky dan Chika.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi usai prosesi akad nikah mengatakan kedua tokoh tersebut bersedia menjadi saksi pernikahan Rizky dan Chika.

"Pak Jokowi berkenan juga menjadi saksi dan Pak Prabowo secara pribadi juga berkenan menjadi saksi pernikahan kedua mempelai," kata Prasetyo.

Menurut Prasetyo, kesediaan Prabowo menjadi saksi tidak terlepas dari kedekatannya dengan Rizky yang telah lebih dari 10 tahun menjadi sekretaris pribadi Prabowo.

"Mas Rizky kan adalah sekretaris pribadi Pak Prabowo Subianto yang sudah lebih dari 10 tahun, sudah seperti putranya sendiri," ujarnya.

Prasetyo mengatakan Rizky juga telah cukup lama mengenal Jokowi sehingga Presiden Ke-7 RI tersebut bersedia menjadi saksi dalam akad nikahnya.

"Karena juga sudah cukup lama kenal juga dengan Pak Jokowi," katanya.

Akad nikah Rizky dan Chika turut dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 RI Jusuf Kalla, Ketua MPR RI Ahmad Muzani serta sejumlah menteri Kabinet Merah Putih.

Sejumlah pejabat yang hadir, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid.

Hadir pula Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Jaksa Agung ST Burhanuddin, dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.