Laporan Wartawan Serambi Indonesia Saiful Bahri | Lhokseumawe
SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) UIN Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe Kelompok 04 membangun tempat pembakaran sampah umum untuk masyarakat Desa Lapehan Mesjid, Kecamatan Makmur, Kabupaten Bireuen.
Pembuatan fasilitas tersebut merupakan salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KPM dalam membantu masyarakat menciptakan lingkungan yang lebih bersih, rapi, dan tertata.
Program ini dilatarbelakangi kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas pengelolaan sampah yang layak dan dapat dimanfaatkan secara bersama-sama.
Pembangunan tempat pembakaran sampah melibatkan seluruh mahasiswa KPM Kelompok 04 sebagai bagian dari program kerja selama melaksanakan pengabdian di Desa Lapehan Mesjid.
Baca juga: KPM Mahasiswa Al Hilal di Tiro, Gelar MTQ & Pawai Taaruf, Hidupkan Syiar Alquran dan Kepahlawanan
Proses pembuatannya dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat serta kondisi lingkungan sekitar, sehingga fasilitas tersebut diharapkan dapat digunakan dan dirawat secara bersama-sama.
Salah seorang mahasiswa KPM Kelompok 04, Muhammad Kamil, mengatakan pembangunan fasilitas tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kebersihan lingkungan sekaligus upaya menyediakan sarana yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Kami membuat tempat pembakaran sampah ini sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan di Desa Lapehan Mesjid. Harapannya, fasilitas ini dapat membantu masyarakat memiliki tempat untuk mengelola sampah yang lebih layak, rapi, dan terorganisir,” ujar Muhammad Kamil.
Keberadaan tempat pembakaran sampah umum tersebut diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam mengelola sampah, terutama sampah yang dapat dibakar dengan aman sesuai dengan fungsi dan kondisi fasilitas yang tersedia.
Dengan tersedianya tempat khusus, masyarakat diharapkan tidak lagi membuang atau membakar sampah secara sembarangan di lokasi yang dapat mengganggu kebersihan dan kenyamanan lingkungan.
Selain menghasilkan fasilitas yang dapat dimanfaatkan masyarakat, program tersebut juga menjadi sarana bagi mahasiswa KPM untuk belajar secara langsung mengenai berbagai persoalan lingkungan yang dihadapi masyarakat.
Pengabdian kepada masyarakat, kata mereka, tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan pendidikan dan sosialisasi, tetapi juga melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Pembuatan fasilitas tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mahasiswa menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Lingkungan yang bersih tidak hanya menciptakan suasana yang nyaman, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat untuk menjaga dan merawatnya.
Mahasiswa KPM Kelompok 04 berharap fasilitas yang telah dibangun tersebut dapat dijaga serta dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat Desa Lapehan Mesjid. (*)