Dorong UMKM Tabanan Bali Naik Kelas, KrediOne Bekali Pelaku Usaha dengan Literasi Pembiayaan
Putu Dewi Adi Damayanthi August 23, 2026 04:25 PM

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN – Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Tabanan, Bali, mendapat edukasi mengenai pengelolaan pembiayaan usaha agar mampu berkembang secara sehat dan berkelanjutan. 

Edukasi bertajuk “Cakap Finansial, UMKM Tumbuh Maksimal” tersebut digelar KrediOne di Desa Baru, Kecamatan Marga, Tabanan beberapa hari lalu.

Kegiatan diikuti pelaku UMKM lintas sektor kelompok tani unggulan setempat, termasuk Kelompok Tani Jambu Kristal Tabanan, serta mahasiswa Universitas Bali International (UNBI). 

Fokus utama kegiatan yang dilaksanakan yakni mendorong pelaku UMKM memahami cara memanfaatkan pembiayaan secara tepat, terutama membedakan pinjaman untuk kebutuhan produktif dengan utang konsumtif.

Baca juga: Sentil Pinjol di Bali, Koster: Jangan Cuma Cari Pasar, Biayai Petani dan UMKM

Head of Finance, Accounting & Tax KrediOne, Oclif Ronald Elgin Mantik, mengatakan akses pembiayaan harus diiringi dengan pemahaman finansial yang baik.

"Literasi keuangan adalah pembeda utama antara utang yang membuat usaha semakin berkembang dan utang yang justru menjerat," ujar Oclif Kamis 23 Agustus 2026

Menurutnya pelaku UMKM perlu memastikan pinjaman yang diperoleh benar-benar digunakan untuk kegiatan produktif, seperti tambahan modal kerja, pengadaan bahan baku, pengembangan usaha, maupun kebutuhan lain yang dapat meningkatkan pendapatan.

"Pinjaman yang sehat adalah pinjaman yang digunakan untuk membangun usaha serta menghasilkan keuntungan yang lebih besar daripada biaya pembiayaannya," katanya.

Di tengah semakin mudahnya akses pembiayaan digital, pelaku UMKM juga diminta tidak terburu-buru mengambil pinjaman. 

Pihaknya mengingatkan masyarakat untuk memegang tiga prinsip, yakni pinjam dengan sadar, menggunakan penyelenggara pinjaman daring yang terdaftar dan diawasi OJK, serta melindungi data pribadi.

Prinsip tersebut dinilai penting agar pelaku UMKM tidak terjebak dalam pinjaman online ilegal maupun penipuan digital yang dapat mengganggu keberlangsungan usaha. 

Kegiatan edukasi ini merupakan bagian dari partisipasi KrediOne dalam Fintech Lending Days yang diselenggarakan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) pada bulan Agustus 2026 di Bali.

Turut hadir Direktur Operasional & IT KrediOne Defrian Afdi, Oclif Ronald Elgin Mantik, Head of Marketing & Branding I Made Wisnu Saputra, Sekretaris Desa Baru I Made Suwenda Asnawa, serta Bendesa Banjar Baru I Wayan Giastra.

Lebih lanjut disebutkan hingga Juli 2026, KrediOne mencatat penyaluran pendanaan secara nasional mencapai Rp19 triliun. 

Khusus Provinsi Bali, penyaluran mencapai Rp572 miliar. 

Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat dan UMKM sekaligus meningkatkan literasi keuangan di daerah.

"Melalui edukasi tersebut, pelaku UMKM di Tabanan diharapkan tidak hanya memiliki akses terhadap pembiayaan, tetapi juga mampu mengelola pinjaman secara bijak, sehingga dapat menjadi modal untuk memperbesar usaha, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat perekonomian lokal," imbuhnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.