TRIBUNBATAM.id, BATAM - Misteri penemuan tengkorak dan kerangka manusia di kawasan Hutan Sei Ladi, Kota Batam, Kepulauan Riau akhirnya mulai terungkap.
Polsek Batam Kota berhasil mengidentifikasi tengkorak yang ditemukan warga di dalam kawasan hutan tersebut.
Korban diketahui bernama Wendri Saputra (52), warga yang berdasarkan KTP beralamat di Baloi Blok 2 Nomor 25, RT 001/RW 005, Kelurahan Batu Selicin, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam.
Identitas korban terungkap dari sejumlah barang yang ditemukan polisi di sekitar lokasi, terutama sebuah telepon genggam yang ternyata masih dapat digunakan.
Kapolsek Batam Kota AKP Beny Syahrizal mengatakan, saat melakukan pemeriksaan di lokasi penemuan kerangka, petugas menemukan sebuah handphone milik korban yang dibungkus rapi menggunakan plastik.
Kondisi handphone tersebut tidak mengalami kerusakan, hanya saja baterainya telah habis.
"Jadi HP-nya tidak rusak, hanya habis baterai. Setelah kita lakukan pengecasan, HP-nya hidup," kata Beny Syahrizal, Minggu (23/8/2026).
Dari handphone itulah, polisi mendapatkan petunjuk penting mengenai identitas korban.
Petugas menemukan pesan terakhir yang dikirim korban kepada seorang temannya yang sebelumnya tinggal bersama di kawasan kebun belakang Puri Casablanca.
Berbekal petunjuk tersebut, polisi kemudian mendatangi dan meminta keterangan teman-teman korban.
Selain handphone, polisi juga menemukan KTP di sekitar lokasi.
Setelah diperlihatkan foto serta barang-barang milik korban, teman-teman Wendri memastikan bahwa kerangka tersebut merupakan rekannya.
"Jadi temannya itu sudah kita bawa ke Polsek dan mereka memastikan bahwa tengkorak itu adalah Wendri," kata Beny.
Menurut keterangan teman-teman korban, Wendri selama sekitar dua tahun terakhir tinggal bersama mereka di sebuah kebun di belakang kawasan Casablanca.
Namun sejak Juli 2026, korban diketahui sudah meninggalkan tempat tersebut.
Teman-temannya sempat mengira Wendri pergi untuk bekerja di tempat lain.
Mereka tidak menyangka pria tersebut justru ditemukan telah meninggal dunia di kawasan Hutan Sei Ladi.
"Terakhir bulan Juli kemarin dia sudah keluar dari tempat tinggalnya. Kami pikir dia kerja di tempat lain. Ternyata dia meninggal," kata Beny menjelaskan hasil keterangan saksi.
Teman-teman korban juga mengenali sejumlah barang yang masih melekat pada kerangka, mulai dari pakaian, sandal hingga bentuk gigi korban.
"Memang dari giginya juga dikenali, bentuk giginya. Kemudian sandal dan bajunya juga dikenali oleh teman-temannya," kata Beny.
Berdasarkan kondisi jasad dan keterangan yang diperoleh sementara, polisi memperkirakan Wendri telah meninggal dunia sekitar satu bulan sebelum kerangkanya ditemukan.
Sebelum ditemukan, korban diketahui memiliki riwayat sakit TBC dan mengalami pembengkakan pada tubuhnya.
"Ini keterangan dari kawan-kawan nya," kata Beny.
Saat menyusuri jalan setapak menuju kawasan hutan, Alex menemukan sesuatu yang awalnya dikira sebagai bangkai hewan.
Namun setelah diperiksa lebih dekat, benda tersebut ternyata menyerupai tengkorak manusia.
"Kami mau mancing ikan sama kawan berdua. Tapi pas menyusuri jalan hutan, jumpa tengkorak," ujar Alex.
Temuan itu membuat Alex dan rekannya mengurungkan niat untuk memancing.
Ia kemudian merekam temuan tersebut dan mengirimkan videonya kepada sang kakak yang bekerja sebagai pengemudi Maxim. Informasi itu kemudian diteruskan hingga akhirnya sampai kepada pihak kepolisian.
"Tak jadi mancinglah, kami pun jadi pulang. Niatnya memang mau mancing di danau. Ngeri jadinya," katanya.
Lokasi penemuan tengkorak berada di kawasan Hutan Sei Ladi, tidak jauh dari Jembatan Sei Ladi dan Jalan Gajah Mada, Kota Batam.
Petugas dari Polsek Batam Kota bersama jajaran kepolisian lainnya kemudian turun ke lokasi untuk melakukan penyisiran.
Tim Inafis juga diterjunkan untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Selain tengkorak, petugas menemukan bagian kerangka tubuh lainnya yang masih dibalut pakaian.(ian).