Bidan Papua Barat Terjang Laut Ganas 10 Jam Demi Selamatkan Pasien
Marius Frisson Yewun August 23, 2026 04:29 PM

 

TRIBUN-PAPUA.COM, BINTUNI - Perjuangan Tenaga Kesehatan (Nakes) di wilayah pesisir kembali menghadirkan kisah yang menyentuh hati.

Seorang bidan bernama Titi Junianti harus menempuh perjalanan laut selama hampir 10 jam dengan perahu kecil demi menyelamatkan pasien menuju tempat rujukan di Teluk Bintuni.

Kisah penuh pengabdian itu dituliskan Titi dalam catatan berjudul “Sepucuk Surat Cinta dari Bidan Pesisir”.

Ia menggambarkan perjalanan yang penuh ketegangan, ketika harus membawa pasien bersama anak-anak dan seorang bayi yang baru lahir melintasi laut yang kemudian berubah ganas.

Baca juga: GIDI dan Tokoh Adat Puncak Jaya Sepakati Penertiban Lahan Bandara hingga RS Immanuel

“Bukan badai yang kutakuti, melainkan keselamatan pasien dan anak-anakku yang saat itu kugenggam,” tulisnya dalam surat yang diterima Tribun-Papua.com, Sabtu (22/8/2026).

Perjalanan yang semula diperkirakan hanya empat hingga lima jam berubah menjadi sepuluh jam penuh perjuangan.

Ombak dan angin terus menghantam perahu, komunikasi terputus dan pakaian mereka basah oleh air laut.

Tangisan anak-anak yang ketakutan semakin menambah beban psikologis di tengah gelapnya malam.

Baca juga: Freeport Rangkul Warga Mimika dalam Pesta Kemerdekaan RI

Meski demikian, Titi tetap tegar. Ia menyerahkan seluruh perjalanan kepada Tuhan, berdoa agar pertolongan segera datang.

Harapan itu akhirnya terjawab ketika cahaya senter dari tim penjemput terlihat mendekat sekitar pukul 23.30 WIT.

Tangis haru pun pecah, menandai akhir dari perjalanan penuh kecemasan.

Sekitar pukul 00.20 WIT, Titi bersama pasien dan rombongan akhirnya tiba dengan selamat di Teluk Bintuni.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Kepala Puskesmas Kalitami, rekan-rekan bidan, Polair Bintuni, Dinas Kesehatan, serta keluarga yang terus mendoakan keselamatan mereka.

Baca juga: Biak Pacu Kesiapan Kerja Siswa SMKS Yapis Lewat Pabrik Sekolah

“Wahai pejuang di ujung gelombang, langkahmu suci di jalan terang. Biar laut meradang dan membentur, jiwa patriotisme pada sesama takkan luntur,” tulis Titi menutup kisahnya.

Perjalanan ini menjadi bukti nyata bahwa pengabdian seorang tenaga kesehatan bukan sekadar profesi, melainkan panggilan jiwa.

Di tengah keterbatasan akses transportasi dan risiko besar, keberanian dan ketulusan seorang bidan pesisir menjelma menjadi inspirasi bagi banyak orang.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.