TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Suara benturan keras memecah suasana dini hari di Jalan Imam Bonjol, Kota Semarang, Minggu (23/8/2026) sekira pukul 04.00.
Mobil Mitsubishi Pajero putih ringsek parah setelah oleng, menghantam median tengah jalan, kemudian menabrak pohon di tepi jalan.
Kecelakaan tunggal yang terjadi tepat di seberang Stasiun Semarang Poncol itu mengakibatkan pengemudi Pajero, Rifki S (35), meninggal di lokasi kejadian.
Kuatnya benturan membuat bagian depan mobil hancur.
Baca juga: Durian Padel Buka di Semarang Atas, Lapangan Panoramic Ada di Dalam Gang Dekat Undip
• Enam Sikap PWNU Jateng Jelang Muktamar ke-35 NU, Tegas Tolak Intervensi Presiden
Proses evakuasi korban bahkan berlangsung cukup lama karena petugas harus membuka bagian kendaraan yang ringsek.
Kasubnit Gakkum Satlantas Polrestabes Semarang, Iptu Novita mengatakan, kecelakaan tersebut merupakan kecelakaan tunggal.
“Semula Mitsubishi Pajero warna putih melaju dari utara ke selatan, oleng ke kanan menabrak median tengah, kemudian oleng ke kiri menabrak pohon,” kata Iptu Novita.
Berdasarkan keterangan polisi, Pajero tersebut dikemudikan Rifki S, laki-laki kelahiran 1991 yang bekerja sebagai karyawan swasta.
Akibat kecelakaan tersebut, korban mengalami cedera pada bagian kepala dan meninggal.
Jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke kamar jenazah RSUP dr Kariadi Semarang.
Kecelakaan itu turut disaksikan Ahmad (68), pengemudi taksi yang berada di sekitar Stasiun Semarang Poncol.
Saat kejadian, Ahmad berada sekira 50 meter dari lokasi kecelakaan.
Dia masih mengingat jelas suara benturan keras yang tiba-tiba terdengar saat kondisi jalan masih gelap.
“Pukul 03.50. Masih gelap. Tapi masih kelihatan lampu. Saya posisinya di depan sana, jadi dengarnya kaget banget itu. Suaranya keras,” kata Ahmad.
Setelah mendengar benturan tersebut, Ahmad melihat posisi Pajero sudah berada di area pembatas jalan.
Dia kemudian melihat kondisi kendaraan yang mengalami kerusakan berat, terutama pada bagian depan.
“Uh, remuk. Depan remuk. Sampai pecah bannya, mesinnya pecah,” ujarnya.
Sejumlah bagian kendaraan dan pecahan kaca juga terlihat berserakan di sekitar trotoar setelah kecelakaan.
Sementara itu, pohon yang ditabrak Pajero mengalami kerusakan. Bagian batang pohon terlihat terkupas, sedangkan beberapa dahannya patah akibat kerasnya benturan.
Menurut Ahmad, proses evakuasi pengemudi tidak mudah. Petugas dan warga harus membuka bagian kendaraan yang sudah ringsek untuk mengeluarkan korban.
“Pintunya dibuka harus dijebol. Karena ringsek itu. Prosesnya lama. Sepertinya hampir satu jam baru bisa dibuka,” tutur Ahmad.
Ahmad memastikan hanya ada satu orang di dalam Pajero saat kecelakaan.
“Ya, satu orang aja. Sopirnya itu. Setahu saya enggak ada lagi,” pungkasnya. (*)