TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG — Bekas kecelakaan maut masih terlihat di Jalan Imam Bonjol, tepatnya di seberang Stasiun Semarang Poncol, Kota Semarang, Minggu (23/8/2026) siang.
Di sisi jalan, bagian pohon tampak terkupas setelah dihantam kendaraan.
Beberapa dahan patah dan berserakan, sementara pecahan kaca masih terlihat di sekitar trotoar.
Kerusakan juga tampak pada pembatas jalan yang menjadi titik benturan.
Jejak tersebut menggambarkan kecelakaan yang terjadi pada dini hari.
Ssebuah Mitsubishi Pajero putih sempat terlihat berada di atas atau tersangkut di area pembatas trotoar, sementara warga, pengendara motor, dan sejumlah pengemudi ojek online berkumpul di sekitar lokasi.
Kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 03.50-04.00 WIB ketika suasana di kawasan Stasiun Poncol masih gelap dan aktivitas jalan belum ramai.
Sebuah Mitsubishi Pajero putih tahun 2015 mengalami kecelakaan tunggal hingga ringsek parah.
Pengemudinya, Rifki S (35), meninggal dunia.
Ahmad (68), pengemudi taksi yang berada di sekitar Stasiun Poncol, menjadi satu di antara saksi yang mendengar langsung suara kecelakaan itu.
Saat kejadian, posisi dia sekitar 50 meter dari lokasi.
“Iya, masih gelap. Tapi karena kelihatan lampu, saya posisinya di depan sana. Jadi dengarnya kaget banget itu. Suaranya keras,” kata Ahmad kepada Tribunjateng.com.
Setelah mendengar suara tabrakan, Ahmad melihat kendaraan sudah berada di sekitar pembatas jalan.
Dia kemudian mendekat dan melihat kondisi Pajero mengalami kerusakan berat pada bagian depan.
“Uh, remuk. Depan remuk. Sampai pecah bannya, mesinnya pecah,” imbuh dia.
Menurut Ahmad, kuatnya kerusakan kendaraan membuat dirinya memperkirakan mobil melaju dengan kecepatan cukup tinggi sebelum kecelakaan.
Dia juga melihat airbag kendaraan telah mengembang.
“Kecepatan saya kira tinggi.
Mesinnya pecah kok, langsung, dan kantong airnya juga keluar,” kata Ahmad.
Saat diperiksa di lokasi, Ahmad mengetahui hanya ada satu orang di dalam kendaraan. Pengemudi berada seorang diri dan terjebak di dalam mobil yang ringsek.
“Ya, satu orang aja. Sopirnya itu. Setahu saya enggak ada lagi,” ujarnya.
Proses evakuasi korban pun disebutkan tidak berlangsung singkat.
Kondisi kendaraan yang dinilai rusak berat membuat bagian mobil harus dibuka secara paksa agar pengemudi dapat dikeluarkan.
“Mau buka pintu aja dijebol. Karena ringsek itu. Prosesnya lama. Sepertinya hampir satu jam baru bisa dibuka,” tutur Ahmad.
Setelah dikeluarkan, korban diketahui telah meninggal dunia.
Ahmad mengatakan dari luar tubuh korban tidak terlihat mengalami luka yang mencolok.
“Luka luar kan enggak anu, tapi mungkin ke dalam. Di dalam yang kena,” katanya.
DIa bahkan menggambarkan kondisi korban saat dilihat dari luar kendaraan.
“Seperti orang tidur saja,” ujar Ahmad.
Meski demikian, kepolisian menyebut korban mengalami cedera pada bagian kepala.
Kasubnit Gakkum Satlantas Polrestabes Semarang, Iptu Novita mengatakan bahwa korban meninggal dunia di tempat kejadian dan kemudian dievakuasi ke kamar jenazah RSUP Dr Kariadi Semarang.
“Pengemudi mengalami cidera pada kepala, meninggal dunia di TKP dan dibawa ke kamar jenazah RSUP Dr Kariadi Kota Semarang,” kata Iptu Novita.
Polisi mengidentifikasi korban sebagai Rifki S, laki-laki kelahiran 1991, seorang karyawan swasta yang berdomisili di Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang.
Iptu Novita menjelaskan, kecelakaan bermula saat Pajero putih melaju dari arah utara menuju selatan.
Kendaraan kemudian oleng ke kanan hingga menabrak median tengah jalan. Setelah itu kendaraan kembali oleng ke kiri dan menghantam pohon.
“Semula Mitsubishi Pajero warna putih melaju dari utara ke selatan oleng ke kanan menabrak median tengah kemudian oleng ke kiri menabrak pohon,” jelasnya. (rez)