Durian Padel Buka di Semarang Atas, Lapangan Panoramic Ada di Dalam Gang Dekat Undip
deni setiawan August 23, 2026 05:12 PM

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Warga Semarang kawasan atas kini punya pilihan baru untuk bermain padel tanpa harus turun ke pusat kota.

Durian Padel resmi dibuka di Jalan Durian Utara III, Kelurahan Pedalangan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Minggu (23/8/2026).

Fasilitas olahraga tersebut memiliki tiga lapangan padel. Salah satu yang menjadi daya tariknya yakni lapangan panoramic yang memberikan ruang pandang lebih luas bagi pemain.

Baca juga: Usai Padel, Pickleball Mulai Diminati di Semarang, Turnamen Perdana Peserta Melebihi Target

• Nexa Resmi Hadirkan Internet Rumah Bernama TitanHome, Diperkenalkan Mealui Turnamen Padel & Konser

Konsep tersebut juga dinilai memberikan kenyamanan saat pemain melakukan wall drill. Pantulan bola dapat bergerak lebih jauh dan terarah sehingga permainan terasa lebih leluasa.

Menariknya, lokasi Durian Padel berada di tengah kawasan permukiman dan akses menuju lapangan harus melalui gang.

Namun, kondisi tersebut tidak dianggap sebagai kendala oleh pengelola.

Pendiri Durian Padel, Herrias Yusmawan mengatakan, lokasi tersebut masih cukup mudah dijangkau, terlebih letaknya tidak jauh dari kawasan Universitas Diponegoro (Undip).

Menurut Herrias, akses menuju Durian Padel bahkan masih tergolong lebih baik dibandingkan sejumlah lapangan padel di Jakarta dan kawasan sekitarnya.

"Saya amati di Jakarta, Jabodetabek itu sekira 250 lokasi lapangan. Dan antara mereka itu average 1,5 kilo. Jadi sudah kayak kacang goreng," kata Herrias saat grand opening Durian Padel, Minggu (23/8/2026).

Dia menyebut, sejumlah lapangan padel di Jabodetabek juga berada di akses jalan yang lebih sempit.

"Dan itu masuknya itu jalannya ada yang lebih kecil dibanding ini. Ada, banyak," ujarnya.

Karena itu, Herrias menilai lokasi sebuah lapangan padel tidak bisa hanya dilihat dari apakah berada di jalan utama atau di dalam gang.

Menurutnya, yang lebih penting adalah kemudahan akses dan kedekatan dengan calon pengguna.

Dekat Kampus Undip

Herrias mengatakan, keberadaan Durian Padel di kawasan Banyumanik juga berkaitan dengan banyaknya mahasiswa Undip yang tinggal di sekitar lokasi.

Sebelum memilih membuka lapangan padel, dia sempat mempertimbangkan lokasi tersebut untuk dijadikan usaha kos-kosan.

Namun rencana itu berubah setelah melihat potensi olahraga padel yang semakin berkembang.

"Teman-teman Undip ada di sini, tinggal di sini naik motor bisa," kata profesional di bidang AI tersebut.

Untuk memudahkan pengunjung, pengelola juga telah memasang sejumlah papan penunjuk menuju lokasi Durian Padel.

Selain lapangan panoramic, fasilitas tersebut dilengkapi karpet lapangan bersertifikasi internasional dari Spanyol.

Karpet dengan ketebalan yang disesuaikan tersebut diharapkan memberikan pijakan yang nyaman sekaligus mendukung pergerakan bola selama pertandingan.

Tak hanya lapangan olahraga, Durian Padel juga menyediakan kafe dua lantai.

Kafe tersebut menawarkan beragam makanan dan minuman dengan konsep yang disebut pengelola setara layanan hotel berbintang, tetapi tetap dengan harga yang terjangkau.

Baca juga: Padel Kian Diminati, PBPI Jateng Ingin Lebih Banyak Turnamen Digelar di Daerah

Berharap Lahir Atlet dari Semarang

Grand opening Durian Padel juga dimeriahkan kehadiran atlet padel nasional Zar Lasahido dan aktris sekaligus penghobi olahraga padel, Sintya Marisca.

Keduanya mengikuti pertandingan persahabatan sekaligus memberikan coaching clinic kepada peserta.

Sintya berharap keberadaan tiga lapangan di Durian Padel tidak hanya menjadi tempat bermain, tetapi juga bisa menjadi wadah pembinaan atlet muda.

"Kalau lihat dari tiga lapangan ini insya Allah bakal menghadirkan banyak mimpi-mimpi anak-anak muda supaya ke depannya muncul atlet-atlet berbakat dari Kota Semarang," tuturnya.

Pengelola juga menawarkan sejumlah promo untuk menarik masyarakat mencoba olahraga padel.

Selama masa soft opening, pengunjung bisa mendapatkan free trial court.

Ada pula potongan harga khusus untuk penyewaan lapangan dan raket bagi mahasiswa, dosen, serta staf Universitas Diponegoro.

Sementara itu, sekolah tingkat dasar hingga menengah juga mendapat penawaran khusus bagi yang ingin menjadikan padel sebagai kegiatan ekstrakurikuler bagi siswa. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.