TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Pengurus Kota (Pengkot) Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) Kota Medan mengusung target satu medali emas dan satu medali perak pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) Antarpelajar Sumatera Utara 2026.
Kejurda Antarpelajar Sumut tersebut dijadwalkan berlangsung di GOR Futsal Dispora Sumut pada 26-29 Agustus 2026.
Pada ajang ini, Kota Medan akan mengirimkan empat tim sebagai wakil, masing-masing dua tim putra dan dua tim putri.
Untuk sektor putra, Medan akan diwakili MAN 2 Model Medan dan SMA Santo Thomas 3 Medan.
Sementara di sektor putri, dua tim yang dipercaya membawa nama Kota Medan adalah SMAN 7 Medan dan SMA Santo Thomas 3 Medan.
Ketua Umum Pengkot ABTI Medan, Erwin Syahputra, mengatakan pihaknya memberikan rekomendasi kepada sekolah-sekolah tersebut untuk mempersiapkan dan mengelola tim masing-masing dalam menghadapi Kejurda Antarpelajar Sumut.
"Kami sebagai ABTI Kota Medan memberikan seutuhnya kepada pihak sekolah untuk memanajemen timnya berangkat ke kejuaraan pelajar ini," kata Erwin kepada Tribun Medan, Minggu (23/8/2026).
Menurutnya, penunjukan empat tim tersebut tidak dilakukan secara sembarangan. ABTI Medan menjadikan hasil Kejuaraan Piala Pengkot ABTI Medan sebagai salah satu tolok ukur dalam menentukan wakil Kota Medan.
Di sektor putra, SMA Santo Thomas 3 Medan menempati posisi runner-up, sedangkan MAN 2 Model Medan finis di peringkat ketiga.
Juara pertama pada kejuaraan tersebut berasal dari daerah lain.
Sementara pada kategori putri, SMAN 7 Medan keluar sebagai runner-up dan SMA Santo Thomas 3 Medan menempati peringkat ketiga.
"Tim-tim ini merupakan rekomendasi kami berdasarkan hasil pada Kejuaraan Bola Tangan Piala Pengkot ABTI Medan," ujarnya.
Erwin menjelaskan, ABTI Medan cukup realistis dalam menetapkan target pada Kejurda kali ini.
Dari empat tim yang dikirim, pihaknya berharap seluruh wakil Medan mampu bersaing hingga babak final.
Namun, target medali yang diapungkan adalah satu emas dan satu perak.
Medali emas diharapkan datang dari tim putra, sedangkan sektor putri ditargetkan menyumbangkan medali perak.
"Kalau kita melihat perkembangan di daerah-daerah, kami berharap setiap nomor bisa masuk final. Jadi kami menargetkan satu medali emas dan satu perak," katanya.
"Untuk putra kita targetkan emas dan putrinya kita targetkan medali perak karena melihat kekuatan di daerah-daerah lain, tim putra masih bisa bersaing. Sementara untuk putri, persaingannya cukup berat," sambungnya.
Erwin menilai sektor putri akan menghadapi tantangan lebih besar. Salah satu daerah yang dianggap memiliki kekuatan cukup menonjol adalah Deli Serdang.
Hal itu terlihat dari hasil pertandingan pada Kejuaraan Piala Pengkot ABTI Medan. Menurut Erwin, tim putri Deli Serdang tampil lebih siap karena sebagian pemainnya telah memiliki pengalaman bertanding di tingkat nasional.
"Kami melihat pada pertandingan Kejuaraan Pengkot ABTI Medan, tim dari daerah Deliserdang lebih siap daripada tim Medan karena anak-anak mereka memang sudah ada yang berangkat ke Kejurnas, sementara anak-anak kita masih dalam proses pembinaan," jelasnya.
Selain Deliserdang, Erwin juga mewaspadai kekuatan Kabupaten Langkat. Ia menilai Langkat memiliki keuntungan dari sisi fasilitas dan program pembinaan yang lebih terarah.
"Selain Deliserdang yang kuat, pastinya Kabupaten Langkat. Kalau kita melihat dengan dukungan Pemkab, mereka diberikan satu stadion untuk basecamp dan latihan. Jadi latihan mereka tidak pernah terputus," ungkapnya.
Meski menghadapi persaingan ketat, Erwin tetap optimistis empat tim Medan mampu bersaing untuk meraih target yang diapungkan sejak awal.
Ia berharap para pemain dapat menjaga konsistensi latihan dan tampil maksimal sejak babak awal.
"Kalau sepanjang perjalanan, kita optimistis dengan target ini. Insya Allah kita tetap optimis jika bisa masuk semifinal," katanya.
Erwin juga berpesan kepada para atlet pelajar yang akan bertanding agar menjadikan Kejurda tersebut sebagai bagian dari proses pembinaan dan pengembangan bola tangan di Kota Medan.
Ia meminta para pemain tetap bersemangat berlatih dan tidak menjadikan hasil pertandingan sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan.
"Pesannya tetap semangat berlatih untuk mengembangkan bola tangan. Apapun nanti hasil yang didapat pada saat pelaksanaan kejuaraan, tetap berarti. Tetap membangun dan tetap aktif untuk berprestasi," pungkasnya.
(Cr29/tribun-medan.com)