TRIBUNMATARAMAN.COM, TRENGGALEK - Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Jawa Timur bakal segera dihelat. Sejumlah cabang olahraga (cabor) di Kabupaten Trenggalek mulai melakukan persiapan, termasuk cabang olahraga catur.
Namun, Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Trenggalek masih menunggu kepastian terkait keikutsertaan catur dalam POPDA Jatim.
Ketua Percasi Kabupaten Trenggalek, Muhamad Ervan Hamami, mengatakan persiapan atlet selama ini dilakukan melalui klub-klub catur yang ada di Trenggalek.
Pembinaan tersebut dilakukan di bawah pemantauan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Percasi Kabupaten Trenggalek.
Baca juga: Perputaran Ekonomi CFD Trenggalek Sentuh Rp 157 Juta Sekali Event
"Persiapannya biasanya di klub-klub masing-masing. Namun, tetap di bawah pantauan KONI dan Percasi," ujar Ervan Hamami kepada TribunMataraman.com, Minggu (23/8/2026).
Menurutnya, seluruh atlet catur Trenggalek juga aktif mengikuti berbagai kejuaraan sebagai bagian dari persiapan dan pembinaan.
"Setiap ada kejuaraan, kami selalu aktif ikut. Hampir tidak pernah absen dari turnamen catur," bebernya.
Terkait jumlah atlet yang akan dikirim ke POPDA Jatim, Ervan menyebut hingga kini belum ada kepastian. Keikutsertaan catur dalam POPDA masih sebatas usulan.
"POPDA untuk catur itu masih usulan. Kemarin belum positif, tetapi kami siap kalau memang ada. Kami punya atlet," paparnya.
Ervan menambahkan, pembinaan atlet catur selama ini dilakukan melalui pemantauan bidang pembinaan dan prestasi (binpres), pelatih, latihan rutin, serta keikutsertaan dalam berbagai turnamen.
Percasi juga terus memberikan dorongan dan dukungan kepada atlet agar tetap berlatih secara mandiri.
"Catur selama ini kami pantau. Kami punya binpres dan pelatih. Latihan rutin dan ikut turnamen. Kami mendorong, memberi semangat dan support. Karena biayanya terbatas, mereka juga mandiri belajar," ulasnya.
Di sisi lain, Ervan berharap dukungan anggaran untuk Percasi dapat ditingkatkan. Menurut dia, dukungan anggaran diperlukan untuk menunjang pembinaan dan prestasi atlet.
Saat ini, Percasi Kabupaten Trenggalek menerima anggaran sekitar Rp15 juta per tahun.
Dikatakannya, nominal tersebut masih terbatas untuk mendukung berbagai kegiatan pembinaan dan kejuaraan.
"Kalau dari Percasi, yang diharapkan mungkin dananya. Kontingen semakin hari semakin turun. Diharapkan bisa kembali seperti dulu, di atas 30 juta," akuinya
Kendati keterbatasan anggaran, Ervan menyebut catur merupakan salah satu cabor unggulan KONI Kabupaten Trenggalek.
Prestasi atlet catur Trenggalek dinilai cukup menonjol dalam berbagai ajang tingkat provinsi.
"Ini merupakan salah satu andalan KONI. Prestasi kami termasuk luar biasa. Catur termasuk cabor yang diunggulkan di event-event provinsi," ujarnya.
Ia mencontohkan prestasi yang diraih atlet catur Trenggalek pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur.
Baca juga: Ribuan Pesepeda Semarakkan Jamnas 2 MGS, Suasana Kebersamaan Terasa di Kota Kediri
Pada ajang tersebut, atlet catur Trenggalek berhasil meraih medali emas pada nomor perorangan putri.
"Untuk usia di bawah 21 tahun namanya Porprov. Tahun kemarin kami dapat medali emas perorangan putri. Tahun-tahun sebelumnya juga selalu sukses dan berulang-ulang mendapatkan medali," tutupnya.
(Madchan Jazuli/TribunMataraman.com)