Baru 4 Bulan Diresmikan, Seluruh Kabel Listrik Bawah Tanah Taman Tabot Bengkulu Raib Dicuri
Ricky Jenihansen August 23, 2026 05:54 PM

 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Baru empat bulan diresmikan, Taman Tabot Kota Bengkulu sudah menjadi sasaran pencurian fasilitas publik.

Seluruh jaringan kabel listrik yang ditanam di bawah tanah untuk menyuplai penerangan taman pada malam hari dilaporkan raib dicuri.

Pelaku diduga sengaja menggali tanah dan memotong seluruh sistem pengabelan yang menyuplai daya ke lampu-lampu Taman Tabot.

Akibat pencurian tersebut, penerangan Taman Tabot pada malam hari terganggu dan taman terancam gelap.

Taman Tabot merupakan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang baru diresmikan pada Senin (6/4/2026).

Lokasinya berada di dekat kawasan bersejarah Benteng Marlborough, Kota Bengkulu.

Dishub Sayangkan Pencurian Kabel Taman Tabot

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bengkulu, Toni Hastri Putra, menyayangkan pencurian fasilitas publik tersebut.

Menurut Toni, pencurian kabel membuat Taman Tabot yang sebelumnya memiliki penerangan pada malam hari mengalami kerusakan.

“Kami sangat menyayangkan kejadian tersebut. Taman yang tadinya indah, bercahaya, dan nyaman saat malam hari, harus dirusak oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab,” ujar Toni saat dikonfirmasi media, Sabtu (22/8/26).

Kehilangan fasilitas tersebut menimbulkan kerugian material bagi pemerintah daerah.

Pencurian kabel juga berdampak terhadap kenyamanan warga yang menghabiskan waktu pada malam hari di RTH tersebut.

Baru Diresmikan 6 April 2026

Taman Tabot baru saja dirancang dan dibangun untuk memadukan nilai budaya lokal, keindahan estetika, dan kenyamanan publik guna mendongkrak daya tarik sektor pariwisata di Kota Bengkulu.

Pembangunan taman tersebut menjadi bagian dari penataan fasilitas publik yang dilakukan di bawah kepemimpinan Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi dan Wakil Walikota Ronny PL Tobing.

Namun, sekitar empat bulan setelah diresmikan, fasilitas penerangan taman tersebut menjadi sasaran pencurian.

Seluruh jaringan kabel listrik yang ditanam di dalam tanah untuk menerangi taman pada malam hari dilaporkan raib.

Pemkot Minta Warga Ikut Awasi Aset Publik

Guna mengantisipasi kejadian serupa terulang kembali, Pemerintah Kota Bengkulu meminta masyarakat ikut mengawasi lingkungan sekitar.

Pengawasan masyarakat diharapkan dapat mempersempit ruang gerak pelaku kriminalitas maupun pencurian aset publik.

“Saya mengajak seluruh masyarakat di sekitar kawasan taman untuk bersama-sama menjaga aset yang telah dibangun oleh pemerintah ini. Mari kita awasi bersama, sehingga tidak ada lagi celah bagi oknum-oknum tidak bertanggung jawab untuk merusaknya,” tegas Toni.

Kasus hilangnya kabel bawah tanah di Taman Tabot kini menjadi perhatian Pemerintah Kota Bengkulu.

Pemkot Bengkulu akan segera berkoordinasi dengan pihak aparat agar pelaku dapat diidentifikasi dan ditindak sesuai hukum yang berlaku.

Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.