Iran Tingkatkan Produksi Senjata 2 Kali Lipat, Bersiap Hadapi Perang Baru dengan AS
Ansari Hasyim August 23, 2026 06:03 PM

 

SERAMBINEWS.COM - Iran mengklaim telah menggandakan produksi senjata dan peralatan pertahanan dalam setahun terakhir. Peningkatan produksi itu dilakukan ketika ketegangan dengan Amerika Serikat dan ancaman konflik baru terus membayangi kawasan Timur Tengah.

Wakil Menteri Pertahanan Iran Reza Talaei-Nik mengatakan, lonjakan produksi terjadi sejak dimulainya apa yang disebut Iran sebagai Perang Dua Belas Hari.

“Dalam waktu satu tahun, sejak dimulainya Perang Dua Belas Hari, yaitu dari Juni tahun lalu hingga Juni tahun ini, produksi senjata pertahanan dan peralatannya berlipat ganda,” kata Talaei-Nik, seperti dikutip Tasnim News Agency, Sabtu.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Iran tidak hanya berupaya menambah persediaan persenjataan, tetapi juga memperkuat kemampuan industri militernya agar mampu menopang kebutuhan pertahanan secara mandiri.

Baca juga: Trump Siapkan Jurus Mencekik Ekonomi Iran, dari "Pukul Tahi Lalat" hingga Menyasar Kilang China

Langkah itu sejalan dengan pernyataan Panglima Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC), Mayor Jenderal Ahmad Vahidi. Ia menegaskan bahwa Iran akan terus memperkuat kemampuan pertahanan sekaligus ofensifnya.

Menurut Vahidi, perluasan industri pertahanan dalam negeri menjadi bagian penting dari strategi Iran menghadapi ancaman eksternal.

Ia menilai musuh-musuh Iran tidak akan menghentikan tekanan terhadap negaranya. Karena itu, kesiapan militer dan pengembangan kemampuan pertahanan harus terus dipertahankan.

Fokus pada kemampuan militer dalam negeri

Vahidi juga menegaskan komitmen Iran untuk meningkatkan kemampuan militernya di berbagai sektor.

Investasi berkelanjutan pada industri pertahanan dan militer, menurutnya, diperlukan untuk memastikan kesiapan Iran menghadapi berbagai kemungkinan konflik.

Produksi dalam negeri menjadi salah satu pilar utama strategi tersebut. Dengan memperkuat industri pertahanan nasional, Iran berupaya mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri sekaligus mempertahankan kemampuan pencegahannya.

Pernyataan para pejabat Iran itu muncul di tengah meningkatnya tekanan dan ancaman terhadap Republik Islam.

Iran klaim senjatanya akan lebih presisi

Juru bicara IRGC Hossein Mohebbi mengatakan pengembangan persenjataan Iran tidak berhenti pada peningkatan jumlah produksi.

Ia menyebut Iran tengah berupaya menghasilkan senjata dengan tingkat presisi yang lebih tinggi.

“Jika perang pecah lagi, dapat dipastikan bahwa senjata Iran akan berbeda dari masa lalu,” kata Mohebbi.

Menurutnya, perubahan tersebut dapat mencakup peningkatan kemampuan hulu ledak, akurasi, serta jangkauan rudal dan aspek persenjataan lainnya.

Pernyataan itu mengindikasikan bahwa Iran ingin menjadikan pengalaman konflik sebelumnya sebagai dasar untuk meningkatkan kemampuan militernya.

Dengan produksi yang diklaim telah berlipat ganda dan fokus baru pada presisi serta jangkauan, Teheran tampaknya sedang mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan konflik berikutnya—sekaligus mengirimkan pesan bahwa tekanan militer terhadap Iran tidak akan membuat negara itu menghentikan pengembangan industri pertahanannya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.