- Iran mengaku telah mengubah strategi pertahanannya usai memetik pelajaran dari sejumlah konflik terbaru.
Perubahan itu mencakup strategi militer, diplomasi, ekonomi, hingga cara menghadapi konflik berikutnya.
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, menyebut negaranya kini telah berubah.
Menurutnya, pengalaman perang membuat Teheran mengevaluasi kembali berbagai pendekatan yang selama ini digunakan.
Rezaei mengatakan perubahan juga terjadi dalam hubungan Iran dengan Amerika Serikat.
Ia menilai citra Washington sebagai kekuatan yang mengedepankan perdamaian kini semakin berubah.
Kondisi tersebut disebut ikut memengaruhi pandangan generasi muda Iran terhadap AS.
Rezaei juga mengatakan Iran akan mengevaluasi kembali pendekatan diplomatiknya setelah sejumlah negosiasi dengan AS gagal.
Menurutnya, kegagalan itu menunjukkan perlunya perubahan dalam menghadapi komunitas internasional.
Iran juga disebut akan mengambil pelajaran dari konflik sebelumnya untuk menghadapi perang berikutnya.
Perubahan tersebut mencakup pengelolaan perang, diplomasi, politik, hingga kondisi sosial di dalam negeri.
Rezaei menilai persatuan masyarakat Iran menjadi bagian penting dalam menghadapi ancaman dari luar.
Ia juga mengklaim ancaman militer AS kini kehilangan sebagian pengaruhnya setelah konflik dengan Iran.
Menurutnya, pengalaman perang menunjukkan kekuatan militer konvensional tidak selalu menentukan hasil sebuah konflik.
Rezaei bahkan mengklaim kemampuan pesawat tempur F-35 AS tidak mampu memberikan hasil yang diharapkan.
Di sisi ekonomi, Iran mengaku sudah terbiasa menghadapi sanksi dan memiliki cara untuk mengurangi dampaknya.
Teheran juga menyebut pengalaman tersebut membantu mereka mempertahankan aktivitas ekspor minyak di tengah tekanan.
Pada akhirnya, Rezaei menegaskan tekanan ekonomi tidak otomatis membuat Iran menyerah atau mengubah sikapnya.