China-Rusia Bersatu Lawan AS, Ogah Bantu Tekan Ekonomi Iran, Teheran Makin Sulit Diisolasi
Aura Dewi Arafuru August 23, 2026 06:42 PM

China dan Rusia disebut menjadi penghalang bagi upaya Amerika Serikat mengisolasi Iran.

Beijing secara tegas menolak tekanan ekonomi Washington terhadap Teheran.

China menilai sanksi sepihak tidak memiliki dasar hukum internasional.

Beijing juga memperingatkan tekanan tersebut dapat mengganggu pasokan energi global.

Selain itu, China memilih jalur diplomasi dibandingkan perang ekonomi untuk meredakan konflik.

Sikap Beijing menjadi tantangan bagi strategi Washington yang ingin mempersempit ruang gerak Iran.

China sendiri masih menjadi salah satu pembeli utama minyak mentah dari Iran.

Hubungan perdagangan tersebut membuat Iran tetap memiliki jalur ekonomi untuk menghadapi tekanan AS.

Rusia juga mempertahankan hubungan erat dengan Teheran melalui kerja sama ekonomi dan militer.

Kedua negara dinilai memiliki kepentingan strategis untuk menjaga hubungan dengan Iran.

Di sisi lain, Washington mengancam negara-negara yang membantu Iran menghindari tekanan ekonominya.

Namun, China memiliki sistem perdagangan yang relatif tidak bergantung pada keuangan AS.

Iran juga berupaya memperluas akses pembiayaan melalui BRICS dan transaksi di luar sistem Barat.

Kondisi ini membuat upaya isolasi ekonomi terhadap Teheran menghadapi jaringan perdagangan yang semakin luas.

China sebelumnya kembali menentang sanksi ekonomi terbaru AS terhadap Iran pada Kamis (20/8).

Beijing menilai tekanan ekonomi tidak akan menyelesaikan konflik dan justru berpotensi memperburuk ketegangan.

Rusia pun tetap mempertahankan kerja sama dengan Iran di tengah tekanan Washington.

Dengan dukungan China dan Rusia, Iran masih memiliki jalur ekonomi dan diplomatik untuk menghadapi tekanan AS.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.