TATAPAN Opa Yopi terlihat kosong ketika duduk di dekat peti jenazah cucunya, Kenzy Lengkong.
Minggu (23/8/2026) sore, rumah duka di Kelurahan Pinaras, Kecamatan Tomohon Selatan, Kota Tomohon, tampak dipenuhi pelayat.
Di tengah suasana itu, Opa Yopi berusaha menceritakan kembali bagaimana dirinya pertama kali mendapat kabar bahwa cucunya tenggelam.
Suaranya terdengar berat. Matanya tampak berkaca-kaca.
Ia masih mengingat jelas kejadian pada Sabtu (22/8/2026).
Pagi itu, Opa Yopi berada di RSUP Prof Kandou Manado untuk menjenguk salah satu saudaranya yang sedang dirawat.
Sebelum berangkat, ia sempat melihat Kenzy masih tertidur di kamar.
“Sebelum saya berangkat, Kenzy masih tidur di kamar,” tuturnya.
Namun, ketika ia kembali pada sore hari, Kenzy sudah tidak berada di rumah.
Tak lama kemudian, kabar yang paling ditakutkannya datang.
Ia mendapat informasi bahwa cucunya tenggelam di Pantai Tuturuga Beach, Minahasa.
“Saya sangat terpukul mendengar kabar itu,” katanya.
Tanpa menunggu lama, Opa Yopi bersama orang tua Kenzy langsung menuju lokasi pantai malam itu.
Perasaan mereka campur aduk.
Takut, gelisah dan khawatir bercampur menjadi satu.
Mereka hanya berharap Kenzy bisa ditemukan dalam keadaan selamat.
Malam itu, tim SAR gabungan telah melakukan pencarian.
Namun, pencarian belum membuahkan hasil.
Harapan tetap mereka gantungkan.
Keluarga terus bergumul dan berharap Kenzy ditemukan dalam keadaan selamat.
Mereka bahkan tak pulang, menunggu keajaiban.
Tetapi, Minggu pagi, kenyataan berkata lain.
Tim SAR gabungan akhirnya menemukan Kenzy.
Namun, cucunya ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia.
Kabar itu kembali menghantam keluarga.
“Kami sangat terpukul, sangat sedih. Tapi puji Tuhan, jenazah bisa ditemukan,” ujar Opa Yopi dengan mata berkaca-kaca.
Kini, Kenzy telah berada di rumah duka.
Peti jenazah masih terbuka. Opa Yopi berdiri tak jauh dari cucunya.
Sesekali ia menatap ke arah peti.
Tak banyak kata keluar.
Tatapannya kosong, seolah masih sulit menerima bahwa cucunya telah pergi.
Kenzy diketahui merupakan anak kedua dari dua bersaudara.
Baginya, kepergian Kenzy menjadi pukulan berat bagi keluarga.
Terutama bagi kedua orang tua dan saudara yang ditinggalkannya.
Pencarian terhadap Kenzie Lengkong dilakukan sejak pukul 06.30 Wita.
Pencarian dilakukan oleh Kantor SAR Manado 11 personel, BPBD Minahasa 10 personel, Polsek Kombi 4 personel, Kodim Minahasa 4 personel, Pos AL Atep Oki 2 personel, Pemerintah Setempat 2 personel, serta keluarga korban dan masyarakat setempat.
Sejumlah peralatan SAR turut dikerahkan antara lain rescue truck, rescue car, rubber boat, peralatan selam, water rescue, aqua eye, drone thermal, peralatan komunikasi, peralatan medis, serta peralatan pendukung lainnya.
"Kami melakukan pencarian di lokasi kejadian pertama, dengan menurunkan dua tim permukaan air dan bawah air atau dengan penyelaman," jelas Humas Basarnas Sulut Nuriadin Gumeleng.
"Korban kemudian kami evakuasi dan kami bawa ke RS Anugerah Tomohon," katanya.
Setelah dibersihkan, korban kemudian diserahkan ke keluarga untuk di semayamkan. (pet/amg)
Baca juga: Suasana Rumah Duka Almarhum Kenzy Lengkong di Pinaras Tomohon, Pelayat Mulai Berdatangan