Rp357 M dari Pusat untuk Tebing Sungai Sudah Masuk Tender, Dosen UTU Apresiasi Tarmizi–Said Fadheil
Mursal Ismail August 23, 2026 06:03 PM

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sa’dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berhasil mendapatkan dukungan anggaran pemerintah pusat sekitar Rp357 miliar untuk pembangunan pengamanan tebing Krueng Meureubo dan Krueng Woyla.

Dua paket proyek tersebut kini memasuki tahap tender.

Dosen Program Studi Ilmu Administrasi Negara FISIP Universitas Teuku Umar (UTU), Aduwina Pakeh, mengapresiasi Tarmizi-Said Fadheil sebagai bupati dan wakil bupati Aceh Barat atas upaya dalam mendapatkan dukungan anggaran tersebut yang dinilai sangat penting bagi Aceh Barat. 

Terutama di tengah keterbatasan fiskal daerah dan kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.

Dua paket pembangunan itu masing-masing mencakup pengamanan tebing Krueng Meureubo sekitar Rp230 miliar dan Krueng Woyla sekitar Rp127 miliar.

“Dalam kondisi keuangan daerah yang serba sulit, mengandalkan APBD saja tentu tidak cukup untuk membiayai proyek-proyek strategis dengan kebutuhan anggaran yang sangat besar.

Karena itu, strategi memperjuangkan dukungan APBN merupakan langkah yang tepat,” ujar Aduwina kepada Serambinews.com, Minggu (23/8/2026).

Baca juga: Beut Panteu Keude, Hidupkan Dakwah di Warung Kopi Aceh Barat

Menurutnya, pembangunan tersebut memiliki kepentingan langsung terhadap perlindungan masyarakat dan aktivitas ekonomi.

Sejumlah kawasan di sepanjang aliran sungai di Aceh Barat selama ini menghadapi persoalan erosi dan abrasi tebing yang mengancam rumah warga, lahan pertanian dan perkebunan hingga badan jalan.

Untuk Krueng Meureubo, pekerjaan pengamanan tebing mencakup wilayah mulai dari Kecamatan Pante Ceureumen, Kaway XVI hingga Meureubo.

Sementara pembangunan di Krueng Woyla mencakup kawasan Woyla hingga Sungai Mas.

Aduwina mengatakan proyek tersebut tidak semestinya hanya diukur dari besarnya nilai anggaran, tetapi dari kemampuan pemerintah memastikan pembangunan benar-benar menjawab persoalan di lapangan.

“Yang paling penting sekarang adalah memastikan anggaran yang sudah diperjuangkan benar-benar menghasilkan pembangunan yang berkualitas dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” katanya.

Baca juga: Mesin Penghancur Cangkang Kerang Antar Aceh Barat Raih Juara III TTG Aceh 2026

Ia juga menilai pengamanan tebing sungai berpotensi mendukung sektor pertanian dengan memberikan perlindungan terhadap lahan produktif di sepanjang daerah aliran sungai.

Selain proyek pengamanan tebing, Aduwina mendukung upaya pemerintah daerah memperjuangkan kelanjutan pembangunan Irigasi Lhok Guci di Kecamatan Pante Ceureumen melalui dukungan anggaran pemerintah pusat.

Menurutnya, kebutuhan pembiayaan proyek tersebut sangat besar sehingga tidak memungkinkan sepenuhnya dibebankan kepada APBD.

Aduwina berharap pemerintah daerah terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat untuk menangani persoalan strategis Aceh Barat.

Terutama pengendalian banjir, perlindungan lahan pertanian, pembangunan infrastruktur dasar dan penguatan jaringan irigasi.

Ia menegaskan, keberhasilan memperoleh anggaran pusat harus diikuti pengawasan terhadap kualitas pelaksanaan proyek agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat. (sb)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.