Presiden PKS AMY Targetkan Pemenangan Pemilu 2029 di Riau Lewat Pelayanan Publik
Muhammad Ridho August 23, 2026 06:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mulai menyiapkan strategi menghadapi Pemilu 2029 dengan mengandalkan kaderisasi dan pelayanan publik sebagai bagian dari upaya meningkatkan dukungan masyarakat, termasuk di Provinsi Riau.

Presiden PKS Almuzzammil Yusuf (AMY) mengatakan, pihaknya telah mencanangkan konsep (Kader dan Kaderisasi Pelayanan Publik) K2P2, yakni kaderisasi dan pelayanan publik. Konsep tersebut menjadi bagian dari langkah PKS mempersiapkan diri menuju Pemilu 2029.

Hal itu disampaikan Almuzzammil Yusuf saat kunjungannya ke Provinsi Riau, Minggu (23/8/2026). Menurutnya, pada tahun ini PKS masih fokus melakukan konsolidasi internal dan memperkuat hubungan dengan para kader.

"Kita mencanangkan istilah kita K2P2, kaderisasi dan pelayanan publik. Kaderisasi dan pelayanan publik ini tahun kita konsolidasi ke dalam,"ujar Almuzzammil.

Ia menjelaskan, konsolidasi dilakukan dengan menyapa dan melihat kembali potensi yang dimiliki para kader PKS. Di sisi lain, kaderisasi juga diarahkan untuk merekrut kader-kader baru dari masyarakat.

Almuzzammil menyebut, mulai 2027 hingga 2029 PKS akan semakin mengarahkan gerak partai untuk menyongsong Pemilu.

Salah satu strategi yang diusung adalah menjadikan pelayanan publik sebagai bagian dari upaya memenangkan pemilu.

Baca juga: Presiden PKS Kunjungi Riau, Targetkan Pejabat dari Partainya Tidak Ada Tersandung Kasus

"Kita berharap 2027-2029 kita terus menuju menyongsong tahun pemilu dan kita angkat tema pelayanan publik, pemenangan pemilu kita melalui pelayanan publik," ujarnya.

Untuk itu, Almuzzammil meminta para kader dan pejabat publik PKS yang saat ini telah menduduki jabatan agar memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sekaligus menjaga integritas. Ia menegaskan tidak boleh ada kader maupun pejabat PKS yang tersandung persoalan moral maupun kasus korupsi.

"Oleh karena itu, kita berharap pejabat kita yang sudah menjabat hari ini, satu dengan pelayanan publik, kedua tidak ada kasus. Kita berharap pejabat publik kita memberikan keteladanan, tidak boleh ada kasus-kasus, apakah moralitas atau korupsi," tegasnya.

Menurutnya, jika para pejabat PKS mampu menjaga keteladanan dan tidak tersandung kasus, maka kepercayaan masyarakat terhadap partai akan semakin kuat. Kondisi tersebut dinilai dapat menjadi modal PKS untuk menghadapi Pemilu 2029 dan meningkatkan dukungan suara, termasuk di Riau.

"Sejauh itu tidak terkena kepada kita, insya Allah kita bisa lebih baik bertemu dengan masyarakat dan lebih baik juga masyarakat bisa mendukung kita," tegas Almuzzammil.

(Tribunpekanbaru.com / Nasuha Nasution)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.