Diperkirakan 500 Ha Lahan Gambut Hangus, 311 Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Muhammad Ridho August 23, 2026 06:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan semakin parah, seiring peningkatan hotspot 216 titik pada Minggu (23/8/2026). 

Firespot belum berhasil dikendalikan oleh tim gabungan yang telah berjibaku memadamkan si jago merah.

Kepala api semakin menyebar dan meluas di Kelurahan Kerumutan dan sekitarnya.

Diperkirakan lahan gambut yang telah hangus dilalap api mencapai 500 hektar lebih.

Pasalnya, titik api di Kerumutan telah berlangsung hampir satu bulan lamanya sejak pertama kali terpantau. 

Saat Pak Kapolda dan Pangdam turun pelan lalu, luas lahan yang terbakar 280 hektar. Sekarang diperkirakan sudah lebih dari 500 hektar. Semuanya gambut," kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pelalawan, Zulfan M.Si kepada tribunpekanbaru.com, Minggu (23/8/2026).

Ia menyebutkan, Karhutla di Kerumutan telah menjadi perhatian dari para petinggi Provinsi Riau, karena tingkat keparahannya sangat tinggi.

Selain Personil dari berbagai instansi di Pelalawan, tim dari provinsi juga telah diturunkan membantu operasi pemadaman darat. 

Sebanyak 311 personil gabungan dari berbagai instansi sedang bertarung dengan api Karhutla di tengah asap dan angin kencang.

Diantaranya personil TNI, Polri, BPBD Riau dan Pelalawan, Manggala Agni, regu pemadam dari beberapa perusahaan, masyarakat peduli api, dan warga setempat serta instansi lainnya.

Tim dibagi dalam beberapa kelompok untuk proses pemadaman dari berbagai sudut kepala api.

"Besok Poldar Riau akan menambah pasukannya ke Kerumutan, termasuk Satpol PP Provinsi Riau. Alat berat dan helikopter WB juga akan ditambah," beber Zulfan. 

Petugas di lapangan menghadapi ketersediaan air yang sangat minim di lokasi yang menghambat pemadaman. Alat berat jenis eskavator sebanyak 5 unit diturunkan untuk membuat embung air alami membantu penyiraman api dan pendinginan. 

Selain itu, eskavator membuat batas bakar berupa kanal, menghalau api semakin menyebar sekaligus membantu mencari ketersediaan air. Pola itu dinilai lebih efektif dibandingkan sekat bakar yang dilakukan selama ini. 

"Asap yang muncul di Pangkalan Kerinci bisa jadi berasal dari Kerumutan. Sekarang semua kekuatan dikonsentrasikan di Kerumutan, agar bisa dipadamkan secepatnya," tandas Zulfan. 

Baca juga: 216 Hotspot Kepung Pelalawan, Namun Cuma 1 dan 5 Parameter ISPU dengan Kategori Tidak Sehat

Di sisi lain, Posko Kesehatan Penanggulangan Bencana Karhutla telah didirikan di Kecamatan Kerumutan, tepatnya di Desa Bandar Panjang.

Posko tersebut didirikan oleh instansi gabungan yakni Bid Dokkes Polda Riau, Si Dokkes Polres Pelalawan, Dinas Kesehatan Pelalawan, dan Puskesmas Kerumutan.

Petugas kesehatan gabungan langsung melaksanakan apel konsolidasi pembagian tugas. Personil dibagi menjadi 3 tim untuk memperluas jangkauan pelayanan.Tim pertama melayani cek kesehatan masyarakat di Posko Kesehatan Karhutla. Tim kedua memeriksa kesehatan personel Polri, TNI dan instansi lain yang bertugas di lokasi pemadaman. Tim ketiga melakukan kunjungan rumah ke rumah atau door to door kepada warga sekitar titik kebakaran.

"Kabid Dokkes Polda Riau turun langsung ke loksi untuk meninjau sarana prasarana dan persediaan obat di Puskesmas Kerumutan. Memastikan kesiapan fasilitas kesehatan dalam penanganan dampak karhutla," kata Kasi Humas Polres Pelalawan, AKP Thomas Bernandes Siahaan. 

Kepala Diskes Pelalawan, Asril M.Kes menyebutkan beberapa tenaga medis, dokter hingga perawat, ditempatkan di Posko Kesehatan Penanggulangan Karhutla di Desa Bandar Panjang. Untuk melayani masyarakat hingga personil pemadam selama 24 jam. 

"Selain obat-obatan dan masker, ada juga oksigen konsentrat ditempatkan di posko itu. Tepatnya di rumah bidan desa Bandar Panjang, itu lokasi terdekat," pungkas Asril.

(Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung).

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.